Rumah Kampung Adat Sade Diperbaiki Kembali Setelah Terjadi Kebakaran

Warga Kampung Adat Sade yang terletak di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini melaksanakan tradisi Nyemulak atau Tanam Tiang. Kegiatan ini merupakan simbol dimulainya pembangunan kembali rumah adat Sasak dan masjid di Sade, yang sebelumnya terbakar habis.
Dalam acara tersebut, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengungkapkan bahwa bulan Maulid Nabi Muhammad adalah waktu yang tepat untuk memulai pembangunan rumah di Kampung Adat Sade. “Hari ini menandai awal dari proses rekonstruksi yang sangat penting bagi komunitas kita,” katanya dengan penuh harapan.
Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua donatur yang telah berkontribusi dalam proses rekonstruksi Kampung Adat Sade. Ia menjelaskan bahwa dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti semula.
“Diharapkan masyarakat terus memberikan dukungan terhadap proyek rekonstruksi ini demi kesejahteraan generasi mendatang,” imbuhnya, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Ia menegaskan bahwa rekonstruksi akan dilaksanakan dengan transparansi penuh dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk memastikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu M Iqbal, turut memberikan penekanan bahwa pemasangan tiang pancang pertama atau Nyemulak ini merupakan langkah awal yang penting dalam upaya rekonstruksi Kampung Adat Sade.
“Selama proses pembangunan ini, kesabaran adalah kunci. Kita harus menyadari bahwa ini adalah perjalanan panjang,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan perlunya pembentukan satuan tugas dan rekening bersama untuk mengelola bantuan yang masuk, demi menjaga transparansi, karena banyak pihak yang ingin berkontribusi dalam proses rekonstruksi ini.
“Bantuan yang diterima harus dikelola dengan baik dan transparan,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan agar pembangunan museum semi-permanen dipercepat, agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas mereka.
“Wisatawan yang datang ke sini harus bisa melihat keunikan Sade, sehingga proses rekonstruksi ini harus dilakukan dengan bijaksana,” lanjutnya.
Gubernur menambahkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang ada di Kampung Adat Sade. Wisatawan datang untuk melihat bangunan yang merepresentasikan budaya masyarakat Sasak serta ritual yang ada di NTB.
“Pembangunan ini harus dilakukan secara hati-hati. Ini adalah proyek pelestarian budaya yang pertama di NTB,” jelasnya.
Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, Lalu M Faozal, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah yang melibatkan seluruh warga di Dusun Sade.
“Ini adalah hari yang baik yang disepakati untuk memulai pemasangan tiang pancang bagi masjid dan rumah adat Sade,” katanya, menandai momen bersejarah bagi komunitas.
Ia menjelaskan bahwa total rumah yang terdampak akibat kebakaran mencapai 75 unit, ditambah 8 berugak atau gazebo, 6 sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop yang juga mengalami kerusakan.
Proses rekonstruksi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Kampung Adat Sade untuk kembali hidup dalam lingkungan yang mereka cintai dan melestarikan budaya yang telah ada selama bertahun-tahun.
Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kampung Adat Sade dapat kembali menjadi pusat budaya yang menarik bagi wisatawan, sekaligus menjadi rumah bagi generasi penerus.
Menjaga warisan budaya dan sejarah adalah tanggung jawab bersama. Proses pembangunan ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga merangkul kembali identitas yang telah ada dan menghormati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dengan demikian, Kampung Adat Sade tidak hanya akan kembali berdiri megah, tetapi juga akan menjadi simbol ketahanan dan semangat komunitas dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada.
➡️ Baca Juga: Efisiensi Serangan dalam Sepak Bola Modern dengan Jumlah Peluang Terbatas
➡️ Baca Juga: Pemain Bintang Absen di Pertandingan Pembuka Musim IPL 2026 yang Perlu Anda Ketahui




