Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

depo 10k depo 10k
bisnis

Pemerintah Mengelola Utang Rp 34 Triliun dalam Satu Pekan Terakhir

Pemerintah berhasil menarik dana sebesar Rp34 triliun melalui lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang dilaksanakan pada tanggal 1 September 2026. Jumlah penawaran yang masuk dalam lelang kali ini mencapai Rp65,97 triliun, menunjukkan minat yang cukup tinggi dari investor.

Informasi ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan pers yang dirilis di Jakarta, pada 3 September 2026.

Dalam keterangan itu, dinyatakan bahwa sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 mengenai Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan jumlah total yang berhasil dimenangkan dari sembilan seri yang ditawarkan adalah sebesar Rp34 triliun.

Rincian dari utang tersebut menunjukkan bahwa untuk seri SPN01261003 (penerbitan baru), pemerintah memenangkan dana sebesar Rp1 triliun dari total penawaran yang masuk sebanyak Rp1,57 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang ditetapkan untuk seri ini adalah 6,55000 persen, dengan jatuh tempo pada 3 Oktober 2026.

Seri SPN12261203 (pembukaan kembali) juga berhasil dimenangkan sebesar Rp1 triliun, meskipun total penawaran yang tercatat mencapai Rp3,9 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang disepakati untuk seri ini adalah 6,75000 persen dengan jatuh tempo pada 3 Desember 2026.

Sementara itu, seri SPN12270902 (penerbitan baru) mencatatkan penyerapan paling besar, yaitu Rp3 triliun dari penawaran masuk sebesar Rp7,56 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk seri ini adalah 6,95000 persen, dengan jatuh tempo pada 2 September 2027.

Dalam kategori seri Fixed Rate (FR), pemerintah juga berhasil memenangkan dana sebesar Rp12,3 triliun dari seri FR0110 (pembukaan kembali), yang menerima total penawaran masuk mencapai Rp22,11 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang ditetapkan untuk seri ini adalah 6,97942 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Mei 2032.

Selain itu, seri FR0111 (penerbitan baru) juga dimenangkan sebesar Rp12 triliun dari penawaran masuk yang mencapai Rp19,99 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang untuk seri ini adalah 7,06995 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Maret 2037.

Selanjutnya, seri FR0106 (pembukaan kembali) berhasil diserap sebesar Rp1,85 triliun dari total penawaran yang masuk sebanyak Rp3,93 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang ditetapkan untuk seri ini adalah 7,13871 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.

Seri FR0107 (pembukaan kembali) juga berhasil dimenangkan dengan jumlah Rp1,6 triliun dari penawaran masuk yang mencapai Rp2,96 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang untuk seri ini adalah 7,14843 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.

Terakhir, untuk seri FR0102 (pembukaan kembali), pemerintah memenangkan dana sebesar Rp950 miliar dari total penawaran masuk sebanyak Rp2,3 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang disepakati untuk seri ini adalah 7,22584 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2054.

    ➡️ Baca Juga: Strategi Tim Sepak Bola untuk Mempertahankan Disiplin Taktik di Tengah Tekanan Tinggi

    ➡️ Baca Juga: Mobil Hybrid: Berapa Penghematan Biaya Jika Harga Pertamax Meningkat?

    Related Articles

    Back to top button