Kesepakatan Terbaru Kerja Sama Minyak antara Venezuela dan AS yang Patut Diketahui

Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, baru-baru ini mengumumkan adanya kesepakatan baru dalam pengembangan sektor minyak negara tersebut dengan Amerika Serikat. Melalui perjanjian ini, Venezuela diproyeksikan dapat meraih pendapatan hingga sekitar US$209 miliar (setara dengan Rp3,7 kuadriliun), yang berarti memperoleh sekitar US$19 (sekitar Rp337 ribu) untuk setiap barel minyak yang diproduksi dan dijual.
Rodriguez menjelaskan bahwa perhitungan pendapatan tersebut didasarkan pada asumsi harga minyak sebesar $65 (sekitar Rp1,1 juta) per barel, yang tentunya bisa bervariasi. Dalam perjanjian ini, juga diatur mengenai kewajiban pembayaran royalti dan pajak laba yang harus diserahkan kepada negara. Secara rinci, untuk delapan blok baru yang akan dikembangkan di kawasan sabuk minyak Orinoco, royalti minimum yang ditetapkan adalah sebesar 16 persen, sedangkan pajak laba ditetapkan sebesar 34 persen.
“Ini berarti, untuk setiap barel minyak yang diproduksi dan dijual, sekitar $19 akan langsung masuk ke kas negara kami,” ungkap Rodriguez, seperti yang dilansir dari Sputnik pada tanggal 30 Agustus 2026.
Menurut penjelasan Rodriguez, kesepakatan bilateral dengan Amerika Serikat ini berlaku untuk jangka waktu 25 tahun dan mencakup pengembangan 17 ladang strategis dengan target produksi lebih dari 1,5 juta barel per hari.
Dalam kerangka perjanjian tersebut, Venezuela bertanggung jawab untuk menyediakan sumber daya minyak, basis industri, dan pengalaman yang telah dibangun selama lebih dari satu abad, sementara Amerika Serikat akan memberikan modal serta teknologi yang dibutuhkan untuk memulihkan dan mengembangkan aset-aset tersebut.
“Sebagai imbalannya, Venezuela akan memperoleh hasil dari produksi, menciptakan lapangan kerja, investasi infrastruktur yang signifikan, serta pendapatan yang substansial bagi negara, di samping membangun rantai pasok untuk industri nasional,” kata Rodriguez.
Dia menambahkan bahwa tujuan Venezuela tidak hanya terbatas pada perjanjian ini, tetapi juga mencakup kesepakatan penting lainnya dengan berbagai perusahaan besar. Venezuela berambisi untuk menjadi kekuatan di bidang energi, produsen minyak utama, serta eksportir gas yang signifikan, sekaligus mengembangkan industri petrokimia di dalam negeri, ujarnya.
Penting untuk dicatat bahwa Venezuela tetap mempertahankan kepemilikan dan kedaulatan atas sumber daya alamnya, sambil memanfaatkan investasi modal, teknologi, dan keahlian operasional untuk membangun kembali industri strategis yang telah terpengaruh oleh sanksi yang diberlakukan.
➡️ Baca Juga: Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Komnas Perempuan Kolaborasi dengan Erick Thohir Cegah Kekerasan Olahraga
➡️ Baca Juga: Perubahan Jadwal 39 Penerbangan di Bandara Soetta Menuju Timur Tengah Akibat Perang Iran-Israel




