happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Jokowi Dikenal Telat Tiba di Lokasi Gempa NTT, Grace Natalie Ajak Bersatu Bantu Warga

Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, memberikan tanggapan terkait kritik yang dialamatkan kepada kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah terjadinya gempa.

Beberapa politisi dan pengguna media sosial sebelumnya menyoroti bahwa kedatangan Jokowi ke daerah yang terkena dampak bencana tersebut dinilai terlambat, karena kunjungan itu dilakukan sekitar sebulan setelah peristiwa gempa mengguncang.

Grace menilai bahwa pandangan tersebut muncul dari ketidakpahaman tentang berbagai tahapan dalam penanganan bencana. Pernyataan tersebut disampaikan Grace melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada malam hari, 19 September 2026.

“Dalam proses penanganan bencana, terdapat beberapa fase yang harus dilalui, yaitu tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Pada fase awal, kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah makanan, obat-obatan, evakuasi, tenda, dan kebutuhan dasar lainnya,” jelas Grace, yang dikutip pada 20 September 2026.

Dia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di fase awal bencana. Namun, seiring berjalannya waktu, kebutuhan warga pun mengalami perubahan.

“Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang tinggal di pengungsian. Banyak rumah yang belum dapat dihuni kembali. Kegiatan belajar mengajar juga masih dalam situasi darurat. Gereja mengalami kerusakan, sehingga jemaat terpaksa menggunakan tenda untuk beribadah,” ungkap Grace.

Grace juga menjelaskan jenis bantuan yang dibawa Jokowi saat berkunjung ke Palue. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukanlah barang-barang kebutuhan tanggap darurat seperti makanan atau obat-obatan.

Ia menekankan bahwa bantuan yang disalurkan oleh Jokowi ke Palue terdiri dari 4.000 zak semen, 3.000 lembar seng, dan 100 tandon air. Bukan mie instan atau obat-obatan.

“Semen dan seng adalah material yang diperlukan untuk memperbaiki dan membangun kembali infrastruktur. Sementara itu, tandon air berfungsi untuk membantu penyediaan air bersih,” tambah Grace.

Dia menyatakan bahwa fokus perhatian seharusnya tidak hanya pada waktu kedatangan Jokowi ke Palue. Menurutnya, kondisi masyarakat yang terkena dampak bencana masih memerlukan perhatian yang besar.

“Pertanyaannya bukanlah mengapa Jokowi baru datang setelah sebulan. Namun, apakah masyarakat Palue sudah pulih sebulan setelah gempa terjadi?” tegasnya.

“Faktanya, sampai saat ini pemulihan belum sepenuhnya terjadi. Selama masih ada warga yang terpaksa tidur di tenda, anak-anak yang belajar dalam kondisi darurat, rumah yang belum dapat dihuni, dan jemaat yang masih beribadah di tenda karena gerejanya rusak, maka semua perhatian dan bantuan tidak bisa dianggap terlambat,” pungkas Grace.

    ➡️ Baca Juga: Gaya Nongkrong Anak Hits Jakarta yang Akan Menjadi Tren Gaul di Tahun 2026

    ➡️ Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini: Siapkan Diri untuk Hari Penuh Tantangan dan Keseruan

    Related Articles

    Back to top button