Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bisnis

Krisis Energi Global Meningkat, Bos IEA Sebut Gangguan Selat Hormuz Memperburuk Situasi

Krisis energi global saat ini dipandang lebih mendalam dan kompleks dibandingkan dengan krisis yang pernah terjadi pada tahun 1973, 1979, dan 2002. Situasi ini diperparah oleh adanya gangguan pasokan akibat blokade di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi energi di seluruh dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Fatih Birol, Direktur Eksekutif International Energy Agency, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis, Le Figaro.

Birol menegaskan, “Krisis yang sedang berlangsung saat ini, yang disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz, jauh lebih serius jika dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.” Pernyataan ini dikutip dari The Straits Times pada tanggal 7 April 2026.

Ia juga menambahkan bahwa skala gangguan pasokan energi yang dialami dunia saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. “Belum ada yang pernah mengalami gangguan pasokan energi dengan tingkat keparahan seperti ini,” ungkapnya.

Seperti yang telah diketahui, gangguan pasokan ini terjadi setelah Iran hampir sepenuhnya menutup akses di Selat Hormuz sebagai reaksi terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Jalur ini biasanya menjadi rute bagi sekitar 20 persen dari total pasokan minyak dan gas dunia.

Kondisi ini telah menyebabkan lonjakan harga energi secara global dan meningkatkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap ekonomi internasional. Menurut Birol, negara-negara di Eropa, Jepang, dan Australia akan merasakan dampaknya, tetapi negara-negara berkembang akan menjadi pihak yang paling rentan.

Negara-negara tersebut diperkirakan akan menghadapi kenaikan harga energi, lonjakan biaya pangan, dan percepatan inflasi. Sebagai respons terhadap krisis ini, negara-negara anggota IEA telah sepakat sejak bulan Maret untuk menggunakan sebagian cadangan energi strategis mereka. Proses penyaluran cadangan tersebut sudah dimulai dan masih berlangsung hingga saat ini.

Langkah ini diharapkan dapat menambah pasokan di pasar serta mengurangi tekanan pada harga energi. Namun, dampak dari langkah ini masih sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

    ➡️ Baca Juga: Wakapolri Arahkan Pospam Nasional untuk Tingkatkan Respons Cepat Polda Jabar

    ➡️ Baca Juga: Pramono Lakukan Normalisasi Sungai Ciketing Pasca Longsor Sampah di Bantargebang

    Related Articles

    Back to top button