AS Terapkan Strategi Taktis untuk Menghadapi Iran di Panggung Internasional

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menginformasikan kepada sekutu-sekutu politiknya mengenai perubahan strategi dalam menghadapi Iran, dengan menekankan pendekatan yang lebih berfokus pada tekanan ekonomi daripada aksi militer langsung. Hal ini diungkapkan oleh pejabat pemerintah AS yang berbicara kepada media.
Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak sedang melakukan dialog dengan Teheran, dan tidak memiliki rencana untuk mengadakan pertemuan negosiasi.
Para pejabat di Gedung Putih mengungkapkan bahwa strategi AS kini beralih dari pelaksanaan serangan militer yang cepat menjadi upaya bertahap untuk menekan ekonomi Iran. Ini merupakan bagian dari pendekatan baru yang dinilai lebih efektif dalam menghadapi tantangan dari negara tersebut.
Dijadwalkan dalam waktu dekat, pemerintah AS berencana untuk menerapkan paket sanksi baru terhadap Iran, dengan tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan yang dimiliki oleh Iran, sebagai bagian dari strategi taktis AS menghadapi Iran.
Selain itu, Gedung Putih dilaporkan khawatir bahwa adanya kesepakatan antara Iran dan Oman terkait pengaturan pelayaran di Selat Hormuz dapat memperkuat kontrol Teheran atas jalur perairan yang vital bagi perdagangan internasional.
Sejumlah pejabat AS juga mengamati bahwa Oman cenderung mengambil posisi yang lebih mendukung Iran dalam pembicaraan tersebut, alih-alih berperan sebagai mediator yang netral di antara kedua negara.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa AS tidak berniat untuk memperpanjang nota kesepahaman yang ada dengan Iran, yang masa berlakunya akan berakhir pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, menuduh pemerintah AS berupaya untuk “mencekik” Iran dengan tujuan untuk memaksa negara tersebut memberikan konsesi yang ia sebut sebagai hal yang tidak pernah ada dalam kesepakatan sebelumnya antara Washington dan Teheran.
Ghalibaf dalam sebuah unggahan di media sosial menyatakan bahwa pihak AS berpikir dengan melakukan tekanan ekonomi, mereka akan mendapatkan konsesi yang tidak seharusnya mereka dapatkan dari Iran.
Ia juga menyoroti bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth tampak semakin kehilangan kendali dalam situasi ini. “Berhentilah menunggu trik-trik absurd dan bersihkan kekacauan yang kalian ciptakan,” tulisnya, merujuk pada tindakan AS.
Pada pertengahan Juni lalu, Teheran dan Washington mencapai kesepakatan nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan dan memulai dialog menuju penyelesaian konflik secara permanen. Kesepakatan ini difasilitasi melalui mediasi yang dilakukan oleh Pakistan dan Qatar.
➡️ Baca Juga: BNN Identifikasi Bandar Narkoba Besar di Kampung Bahari Selain ‘Bos Gendut
➡️ Baca Juga: Panduan Gym Workout Aman untuk Mencegah Cedera Saat Latihan Intensitas Tinggi Harian




