happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Iran Mengajukan 7 Syarat kepada AS untuk Membuka Akses Selat Hormuz

Pemerintah Iran telah mengajukan tujuh syarat yang harus dipenuhi oleh Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali akses ke Selat Hormuz. Informasi ini disampaikan oleh sumber yang memiliki pengetahuan mengenai isu tersebut kepada kantor berita Tasnim.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan di Oman pada hari Senin yang akan datang. Pertemuan ini akan melibatkan Irak dan negara-negara di kawasan Teluk Persia, dengan agenda membahas langkah-langkah untuk menjaga keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sumber tersebut mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup hingga tujuh syarat yang sudah disepakati oleh pejabat tinggi Iran dipenuhi. Pernyataan ini disampaikan pada hari Minggu, 13 September 2026, dan menunjukkan sikap tegas Iran dalam menanggapi situasi yang sedang berkembang.

Menurut laporan dari media Iran, kesepakatan yang dicapai antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz tidak mencakup pembukaan jalur perairan tersebut, menunjukkan adanya ketegangan yang berkelanjutan.

Dalam perjanjian tersebut, kedua negara telah berkoordinasi mengenai rute utama yang akan digunakan untuk masuk dan keluar dari Selat Hormuz. Hal ini menandakan upaya untuk mengatur pelayaran di wilayah yang sangat strategis ini.

Pada tanggal 28 Februari, serangan oleh AS dan Israel terhadap beberapa target di Iran memicu serangan balasan dari pihak Iran. Kejadian ini semakin memperburuk ketegangan yang sudah ada.

Pada pertengahan bulan Juni, Iran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk meredakan permusuhan antara kedua belah pihak. Namun, setelah itu, terjadi kembali serangan dari masing-masing pihak, menandakan bahwa konflik ini masih jauh dari penyelesaian.

Akibat dari meningkatnya ketegangan dan konflik ini, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Selat ini merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair ke pasar global, sehingga situasi ini sangat mempengaruhi ekonomi internasional.

Dampak dari eskalasi tersebut telah terlihat, dengan meningkatnya harga bahan bakar di banyak negara di seluruh dunia. Ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas di Selat Hormuz bagi perekonomian global yang lebih luas.

    ➡️ Baca Juga: Wapres AS Peringatkan Iran akan Kerugian Jika Gagal Menjaga Kesepakatan Gencatan di Lebanon

    ➡️ Baca Juga: DPR Serukan Sanksi untuk Sekolah di Kawasan Erupsi Gunung Api yang Tidak Terapkan PJJ

    Related Articles

    Back to top button