Prediksi Cuaca BMKG Setelah Lebaran 2026 yang Perlu Anda Ketahui

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sejumlah daerah di Indonesia akan mengalami hujan hingga tanggal 25 Maret 2026 mendatang.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer. Berbagai wilayah di Indonesia diperkirakan akan terpengaruh oleh dinamika atmosfer baik secara global maupun lokal.
“Dalam waktu satu minggu ke depan, cuaca di Indonesia masih akan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang berskala global, regional, dan lokal,” ungkap BMKG dalam laman resmi mereka pada hari Minggu, 22 Maret 2026.
BMKG mengungkapkan bahwa interaksi Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial, bersama dengan gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin, diperkirakan akan bergerak ke arah timur. Sementara itu, gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi akan bergeser jauh ke arah barat.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan pertumbuhan awan hujan dan peningkatan aktivitas konvektif yang lebih dominan terjadi di bagian tengah hingga timur Indonesia,” jelas BMKG.
Sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian Pulau Jawa, serta daerah tertentu di Kalimantan diprediksi akan mengalami anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) positif. Ini mengindikasikan penurunan dalam pertumbuhan awan hujan, sehingga cuaca di kawasan tersebut cenderung lebih kering dengan curah hujan yang relatif rendah.
BMKG juga merujuk pada pengaruh siklon Narelle yang terbentuk di Australia. Keberadaan siklon ini memberikan dampak signifikan terhadap dinamika cuaca di Indonesia.
“Siklon Tropis Narelle, yang saat ini terbentuk di Pesisir Utara Queensland, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan daerah pertemuan, perlambatan, dan belokan angin di sebagian besar wilayah selatan Indonesia,” tambah BMKG.
Di sisi lain, BMKG mengingatkan masyarakat dan pihak berwenang untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hal ini penting, mengingat potensi cuaca ekstrem dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
“Mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih cukup signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi,” tutup BMKG.
➡️ Baca Juga: Terobosan Baru di Dunia Hiburan: Apa yang Perlu Kamu Tahu?
➡️ Baca Juga: Prabowo Bakal Beri Kredit agar Tiap Koperasi Desa Punya Minimal 2 Truk




