Gempa Sumut dan Sulteng Terasa Hingga Malaysia, Dampaknya Mencolok di Wilayah Tersebut

Gempa bumi yang mengguncang Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, terasa hingga ke beberapa wilayah di Malaysia, menunjukkan dampak signifikan dari peristiwa seismik ini.
Gempa pertama tercatat di Simalungun, Sumatera Utara, pada pukul 17.57 WIB dengan magnitudo 6,4. Berdasarkan informasi yang dilaporkan oleh media, pada hari Minggu 16 Agustus 2026, getaran gempa tersebut dirasakan sampai ke pantai barat Semenanjung Malaysia. Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) menyatakan bahwa gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami.
Di Pulau Penang, Mohamad Shoki Hamzah, Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, mengungkapkan bahwa mereka menerima sembilan laporan darurat mengenai getaran dari gempa di Simalungun sekitar pukul 18.55. Laporan tersebut berasal dari empat daerah di dua distrik di Penang, serta beberapa lokasi di Seberang Perai.
Getaran yang berlangsung beberapa menit tersebut dirasakan di berbagai kawasan, termasuk Sungai Baru, Bayan Baru, George Town, Jelutong, Tanjung Bungah, Batu Ferringhi, dan Air Itam di Pulau Penang. Selain itu, wilayah Seberang Perai seperti Bagan, Teluk Air Tawar, Jalan Baru, Bukit Mertajam, Kepala Batas, dan Bertam juga melaporkan merasakannya.
Seorang penduduk Bagan, Syahirah Mokhta, menyatakan bahwa getaran berlangsung sekitar dua hingga tiga menit. Di media sosial, beberapa pengguna melaporkan bahwa getaran juga dirasakan di daerah Perak, termasuk sekitar Kuala Kangsar, Alor Pongsu, Bagan Serai, Teluk Intan, Ulu Kinta, Meru, dan Ipoh.
Di sisi lain, Asisten Direktur Divisi Operasi Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Perak, Sabarodzi Nor Ahmad, menyampaikan kepada media bahwa mereka belum menerima panggilan darurat sehubungan dengan kejadian tersebut.
Dalam perkembangan lainnya, gempa kedua terjadi di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada pukul 23.25 WIB. MetMalaysia memastikan bahwa, berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi Malaysia.
Kepala Balai Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (BBP) Lahad Datu, Sumsoa Rashid, menginformasikan bahwa getaran gempa dapat dirasakan oleh penduduk di distrik Lahad Datu, Tawau, Kunak, dan Semporna.
➡️ Baca Juga: Remaja Gorontalo Ditemukan di Laut: Penyelamatan yang Mengguncang
➡️ Baca Juga: Putri Menteri Israel Ditemukan Tewas Usai Mengklaim Dijual Orang Tuanya untuk Perkosaan




