Menteri Ara Sampaikan Komitmen Pembangunan Huntap untuk Korban Gempa NTT

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menunjukkan komitmen yang kuat dalam mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam situasi darurat ini, beliau bertekad untuk mengambil langkah-langkah konkret demi membantu para korban.
Maruarar mengungkapkan rasa duka citanya atas bencana yang melanda NTT dan menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan yang lebih cepat dan efektif bagi masyarakat yang terdampak.
“Kami telah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta melakukan koordinasi internal. Saya juga telah berkomunikasi dengan Gubernur setempat dan mengingatkan semua pihak untuk bergerak lebih cepat dan akurat,” ungkap Maruarar, yang akrab disapa Ara, dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2026.
Beliau menjelaskan bahwa saat ini, NTT masih dalam fase tanggap darurat bencana. Namun, sebagai bagian dari tanggung jawab Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, mereka berkomitmen untuk segera membangun hunian tetap dengan kolaborasi yang baik bersama pihak-pihak terkait di daerah.
“Saya memahami bahwa kita masih berada dalam masa tanggap darurat, tetapi seperti yang terjadi di Sumatera, kami juga telah mulai berkolaborasi dalam membangun hunian tetap. Kami perlu mempercepat proses ini sesuai arahan Presiden Prabowo demi kesejahteraan rakyat,” tambah Ara.
Presiden Prabowo juga telah menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat NTT yang terkena dampak gempa. Beliau memerintahkan pihak-pihak terkait untuk terjun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan dan penanganan yang tepat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Prabowo menginformasikan bahwa pemerintah telah mengirimkan 50.000 paket bantuan sembako ke NTT pada Sabtu, 15 Agustus, untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Di samping itu, Presiden juga menginstruksikan agar ada kerja sama lintas sektor untuk menjamin bahwa penanganan pasca-gempa dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Beliau juga telah memerintahkan tim terkait untuk memeriksa kondisi di lokasi bencana secara langsung.
Presiden Prabowo meminta agar tim dari berbagai perusahaan negeri seperti Perum Bulog, PT PLN, PT Pertamina, dan PT Telkom Indonesia terlibat aktif dalam penanganan di lapangan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Kepala Negara menegaskan bahwa keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menyikapi keadaan darurat akibat gempa bumi. Pemerintah berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai upaya demi memulihkan keadaan di NTT pasca-bencana dan memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal.
➡️ Baca Juga: Elkan Baggott Angkat Nama Merah Putih di Liga Inggris Setelah Pemain Timnas Indonesia Mundur
➡️ Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Sebut Netizen di Instagram Sebelum Ditangkap KPK




