Peringatan IMO: Kapal Dihimbau Hindari Selat Hormuz Setelah Ketegangan Iran-AS-Israel

Kapal-kapal disarankan untuk menghindari Selat Hormuz, demikian pernyataan Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, pada tanggal 1 Maret 2026. Pihak IMO juga mendesak perusahaan pelayaran agar lebih berhati-hati saat beroperasi di kawasan tersebut, mengingat situasi yang semakin tegang.
Dominguez menekankan pentingnya bagi kapal-kapal untuk mempertimbangkan untuk tidak melintasi Selat Hormuz sampai kondisi di wilayah tersebut membaik. Ia menyarankan agar pengusaha pelayaran mencari rute alternatif jika memungkinkan, demi keselamatan pelaut dan kapal.
Ketua IMO ini juga mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait laporan mengenai korban di kalangan pelaut komersial. Ia menegaskan perlunya semua pihak untuk menghormati prinsip-prinsip kebebasan navigasi guna mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangkaian serangan terhadap beberapa target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan yang signifikan dan mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan warga sipil.
Saluran televisi milik pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia akibat serangan tersebut. Kejadian ini menambah ketegangan yang sudah ada antara Iran dan negara-negara Barat.
Sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel, Iran mengarahkan serangan balasan dengan meluncurkan peluru kendali ke berbagai lokasi di Israel serta fasilitas militer AS yang ada di kawasan Timur Tengah. Tindakan ini dianggap oleh Iran sebagai langkah defensif untuk melindungi kedaulatan dan keselamatan negara mereka.
➡️ Baca Juga: Polisi Tangkap Sindikat Pembuat SIM Palsu di Indonesia
➡️ Baca Juga: DJ Nathalie Holscher Mandi Uang: Menelusuri Kontroversi Keuangan



