Pulan Wonda Ditangkap: Pelaku Penembakan Tito Karnavian dan Aksi Berdarah KKB

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz berhasil melakukan penangkapan terhadap Pulan Wonda alias Kamenak, seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah lama masuk dalam daftar pencarian orang. Ia dikenal luas sebagai pelaku dalam berbagai tindakan kekerasan di Papua dan menjadi sorotan karena rekam jejaknya yang mencolok.
Penangkapan Pulan Wonda berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di daerah Kota Mulia, Kabupaten Puncak. Terkenal karena keterlibatannya dalam penembakan terhadap Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, pada tahun 2012 saat Tito masih menjabat sebagai Kapolda Papua, Pulan Wonda bukanlah pelaku biasa.
Menurut penjelasan dari Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, operasi penangkapan dilakukan sekitar pukul 12.27 WIT. Tim berhasil mendeteksi keberadaan pelaku di sebuah bengkel motor setelah melakukan pemantauan di area tersebut.
Ketika upaya penangkapan dilakukan, Pulan Wonda berusaha melarikan diri dan bahkan menabrakkan kendaraannya ke arah petugas. Namun, tindakan tegas dan terukur dari aparat berhasil menggagalkan usaha pelarian tersebut.
Dalam penangkapan ini, sejumlah barang bukti ditemukan, termasuk sepeda motor, tiga unit handphone, uang palsu, dan beberapa barang pribadi lainnya. Penemuan ini menjadi indikasi penting dalam pengembangan kasus yang melibatkan Pulan Wonda.
Pulan Wonda kini dihadapkan pada berbagai tuduhan, termasuk pembunuhan, pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian, serta tindak pidana pembakaran. Jika terbukti bersalah, dia menghadapi ancaman hukuman yang berat, mulai dari hukuman mati, penjara seumur hidup, hingga penjara hingga 20 tahun.
Nama Pulan Wonda bukanlah hal asing bagi pihak kepolisian, karena dia telah terlibat dalam banyak aksi kekerasan di Papua sejak tahun 2010. Daftar panjang kejahatannya mencakup penyerangan terhadap warga sipil, aparat kepolisian, dan prajurit TNI yang berdinas di wilayah tersebut.
Salah satu insiden paling signifikan adalah penyerangan terhadap rombongan Kapolda Papua saat itu, yang kini menjabat sebagai Mendagri, di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya pada tahun 2012. Aksi ini menunjukkan betapa berbahayanya Pulan Wonda dan kelompoknya bagi keamanan di Papua.
Lebih lanjut, Pulan Wonda juga terlibat dalam sejumlah serangan lainnya, seperti penyerangan terhadap warga sipil yang berujung fatal, serangan terhadap markas kepolisian, dan kontak senjata dengan aparat keamanan di berbagai lokasi, termasuk Mulia dan Lanny Jaya.
Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Inspektur Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan perwujudan komitmen negara untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Penegakan hukum terhadap individu seperti Pulan Wonda diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi aksi kekerasan di Papua.
➡️ Baca Juga: Pola Hidup Sederhana untuk Menjaga Kebugaran Tubuh Secara Efektif dan Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: Pahami Polis Asuransi dan Klausul Pengecualian untuk Perlindungan yang Optimal




