happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Penyelamatan Korban KM Virgo: Helikopter Lakukan Hoist di Laut Dalam

Proses penyelamatan korban dari insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Kalimantan Selatan telah mencapai tahap krusial pada Senin, 14 September 2026. Dalam momen yang menggembirakan ini, satu orang korban selamat berhasil dievakuasi melalui jalur udara dengan menggunakan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ yang terdaftar dengan nomor registrasi HR-3601.

Korban yang berhasil diselamatkan adalah Mia Melinda, seorang perempuan berusia 28 tahun yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah. Evakuasi dilaksanakan secara dramatis setelah tim pencarian menemukan keberadaan Mia berkat informasi dari berbagai unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian.

Mia ditemukan setelah Kapal TB TCP 205 memberikan sinyal mengenai lokasi para korban di area pencarian. Setelah lokasi Mia teridentifikasi, tim segera melakukan tindakan penyelamatan untuk memindahkan Mia ke tempat yang lebih aman serta mempercepat akses terhadap bantuan medis yang dibutuhkan.

Seperti yang dilaporkan melalui unggahan di media sosial oleh @kantorsar_banjarmasin, Helikopter Dauphin HR-3601 melakukan manuver penyelamatan dengan teknik hoist atau Veltreep. Metode ini memungkinkan petugas untuk mengevakuasi korban dari lokasi yang tidak bisa dijangkau secara langsung oleh helikopter, sehingga meningkatkan efisiensi dalam proses penyelamatan.

Momen evakuasi berlangsung dengan ketegangan yang tinggi. Mia Melinda yang terlihat mengenakan pakaian berwarna putih diangkat dari lokasi menggunakan perangkat hoist menuju helikopter. Kondisinya tampak sangat kelelahan setelah bertahan hidup selama proses pencarian yang melelahkan hingga akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat.

Setelah berhasil dinaikkan ke dalam helikopter, Mia segera diterbangkan ke daratan. Proses evakuasi udara ini menjadi langkah krusial, mengingat Mia memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis segera setelah ditemukan oleh tim penyelamat.

Helikopter Dauphin HR-3601 kemudian membawa Mia ke Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru. Sesampainya di bandara, sejumlah personel dan tim medis telah bersiap di area apron untuk melanjutkan proses evakuasi dari helikopter menuju ambulans yang telah disiapkan.

Kantor SAR Banjarmasin menginformasikan bahwa pemindahan korban dilakukan dengan cepat setelah helikopter tiba di bandara. Mia kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menerima perawatan lebih lanjut yang diperlukan.

“Tepat pada pukul 14.15 WITA, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Lanud Syamsudin Noor untuk mendapatkan perawatan intensif serta penanganan medis lebih lanjut dari tim dokter,” demikian bunyi keterangan yang diunggah di Instagram oleh @kantorsar_banjarmasin pada hari yang sama.

Penggunaan helikopter dalam proses evakuasi ini sangat penting karena dapat mempercepat pergerakan korban dari lokasi penemuan menuju fasilitas medis. Jika dibandingkan dengan jalur laut, evakuasi udara memungkinkan korban untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan medis lebih cepat, yang sangat vital dalam situasi darurat seperti ini.

    ➡️ Baca Juga: 7 Istilah Teknis di Menu Field Test—Cek Nomor Seri Antena 5G-mu dalam 20 Detik

    ➡️ Baca Juga: Pemerintah Percepat Pembangunan Rumah Sakit di Daerah 3T

    Related Articles

    Back to top button