happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
berita

Profil 4 Pemimpin Komunikasi Pemerintah di Era Prabowo: Dari Hasan Nasbi hingga Syahganda

Posisi sebagai pemimpin komunikasi pemerintah di Indonesia mengalami beberapa transformasi signifikan sejak Presiden Prabowo Subianto mengambil alih kekuasaan.

Sebagai langkah strategis dalam pengelolaan komunikasi pemerintah, Syahganda Nainggolan dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2026, menandai momentum penting menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Syahganda adalah individu keempat yang diberi amanah untuk memimpin lembaga komunikasi pemerintah selama era kepemimpinan Prabowo. Sebelumnya, kursi ini pernah ditempati oleh Hasan Nasbi, Angga Raka Prabowo, dan Muhammad Qodari, masing-masing dengan kontribusi yang berbeda.

Melihat kembali ke masa lalu, Hasan Nasbi merupakan sosok pertama yang mengelola komunikasi kepresidenan menjelang transisi pemerintahan Prabowo. Ia dilantik sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan pada 19 Agustus 2024 oleh Presiden Joko Widodo. Setelah pembubaran struktur tersebut pada September 2025, fungsi komunikasi pemerintah beralih ke Badan Komunikasi Pemerintah.

Siapa saja sebenarnya empat tokoh yang telah menjabat dalam posisi krusial ini? Mari kita bahas lebih dalam.

Hasan Nasbi, yang dikenal sebagai konsultan politik sebelum terjun ke dunia pemerintahan, adalah nama yang tak asing lagi dalam konteks komunikasi politik di Indonesia.

Pria yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 11 Oktober 1979 ini adalah lulusan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Sebelum berkiprah sebagai peneliti dan konsultan politik, Hasan memiliki pengalaman sebagai seorang jurnalis.

Salah satu pencapaian penting Hasan adalah pendirian Cyrus Network, sebuah lembaga survei yang membawa namanya melambung dalam dunia politik dan komunikasi.

Dalam kariernya, Hasan terlibat dalam berbagai aktivitas politik, termasuk berperan sebagai bagian dari tim relawan untuk pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2012.

Namanya semakin dikenal setelah ia bergabung dengan lingkaran politik Prabowo-Gibran. Pada Pilpres 2024, Hasan ditunjuk sebagai salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional untuk pasangan tersebut.

Pada 19 Agustus 2024, Hasan dilantik sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Pengangkatan ini dilakukan menjelang akhir periode pemerintahan Joko Widodo, menandai awal dari era pemerintahan Prabowo.

Setelah struktur Kantor Komunikasi Kepresidenan dibubarkan pada September 2025 dan tanggung jawab komunikasinya diteruskan ke Bakom, Hasan tidak lagi menjabat sebagai kepala lembaga itu.

Namun, Hasan tetap mendapat kepercayaan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Pada April 2026, namanya kembali diangkat dalam agenda penguatan strategi komunikasi nasional, bekerja sama dengan Kepala Bakom yang saat itu dijabat oleh Muhammad Qodari.

    ➡️ Baca Juga: 1.500 Warga Hilang Akibat Banjir Bandang Tibet-Nepal: Simak Daftar Kewarganegaraannya

    ➡️ Baca Juga: Hidangan Lebaran Internasional Maia Estianty dan Fakta Menyentuh Vidi Aldiano Sebelum Wafat

    Related Articles

    Back to top button