Pramono: Puskesmas Jakarta Siap Layani Semua Kebutuhan Disabilitas dengan Optimal

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa sebanyak 31 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan 336 puskesmas yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan DKI Jakarta kini telah berstatus ramah disabilitas.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 yang mengusung tema “Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures” yang berlangsung di Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
“Di Jakarta, terdapat 44 puskesmas, 31 rumah sakit, serta 292 pembantu puskesmas, dan semuanya sudah memenuhi standar ramah disabilitas,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki seluruh fasilitas kesehatan di bawah Dinas Kesehatan yang telah berstatus ramah disabilitas.
“Masih sedikit provinsi yang memberikan layanan kesehatan secara menyeluruh bagi penyandang disabilitas,” tambahnya.
Gubernur Pramono juga memperkenalkan program “Pasukan Putih,” yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat lanjut usia, disabilitas, dan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Jumlah ‘Pasukan Putih’ ini mencapai 584 orang, yang bertugas untuk menjangkau setiap kampung guna memberikan pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Dengan adanya program tersebut, Pramono menekankan bahwa akses bagi tiga kelompok ini terhadap ambulans dan tenaga kesehatan menjadi lebih mudah.
Ia juga mendorong masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans, dokter, dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya untuk memanfaatkan program yang ada.
Di sisi lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung yang telah berhasil mewujudkan proyek percontohan dalam menciptakan akses inklusif untuk anak-anak.
Ia berharap kolaborasi antara KemenPPPA, Pemprov DKI Jakarta, dan penyelenggara SPEKIX tidak hanya berhenti pada acara seremonial, tetapi dapat berlanjut dengan pemetaan data dan penyusunan langkah strategis yang konkret di lapangan.
“Kolaborasi ini bukan hanya sekadar momen pertemuan, tetapi kami ingin membentuk tim dari SPEKIX, tim dari pemerintah daerah DKI Jakarta, serta kementerian kami untuk bersinergi dan mengambil langkah-langkah selanjutnya yang dapat menjadi solusi bagi kebutuhan anak-anak kita,” ungkapnya.
Arifatul juga mengapresiasi para orang tua yang membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Menjadi orang tua bagi anak dengan kebutuhan khusus bukanlah hal yang mudah. Namun, ini tetap harus disyukuri, dan orang tua tidak sendirian; kita akan menjalani ini bersama-sama,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Kekuatan Baru Tim Indonesia di Thomas & Uber Cup 2026: Siapa Penentu Kemenangan?
➡️ Baca Juga: Cara Membangun Mentalitas Juara Pada Klub Sepak Bola Lokal Yang Baru Terbentuk




