Slot online yang mendapat banyak ulasan menarik

Mahjong Ways tawarkan bagi-bagi bonus oriental empire celebration dengan sensasi menarik

Perkembangan game mobile dari pg soft dan pragmatic play

Bagaimana gates of olympus menarik perhatian penggemar game

Evaluasi data mahjong dinamika analytics

Slot online yang banyak direkomendasikan pengguna berpengalaman

depo 10k depo 10k
bisnis

Hilirisasi Kelapa Sawit Tingkatkan Ekspor CPO Hingga 26,40 Persen pada Januari-Februari 2026

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa upaya hilirisasi terhadap komoditas kelapa sawit di Indonesia telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, terutama dalam peningkatan ekspor crude palm oil (CPO) beserta produknya.

Pada periode Januari hingga Februari 2026, nilai ekspor CPO tercatat mencapai US$4,69 miliar, mengalami lonjakan dari US$3,71 miliar yang tercatat pada periode yang sama di tahun 2025.

Amran menjelaskan, “Dengan mengolah CPO menjadi berbagai produk seperti margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, ketergantungan dunia terhadap Indonesia akan semakin meningkat,” dalam pernyataannya pada Kamis, 2 April 2026.

Ia menambahkan bahwa kementerian akan terus berupaya memperkuat ekosistem yang mencakup produksi, pengolahan, dan pemasaran komoditas kelapa sawit, guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat ekonomi nasional yang berbasis pada sektor pertanian.

“Kita menguasai lebih dari 60 persen pasar global. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peranan yang sangat penting, dan langkah hilirisasi harus terus didorong,” tegasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengumumkan di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026, bahwa ekspor CPO untuk periode tersebut mencapai nilai sebesar US$4,69 miliar.

Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni sebesar 26,40 persen secara kumulatif dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar US$3,71 miliar.

Dari segi volume, ekspor CPO dan produk turunannya juga mengalami pertumbuhan yang berarti, dari 3,33 juta ton pada Januari-Februari 2025 menjadi 4,54 juta ton pada periode yang sama di tahun 2026.

Kenaikan dalam ekspor CPO dan produk turunannya memberikan kontribusi positif terhadap kinerja ekspor non-migas Indonesia, yang secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

“Ekspor non-migas tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,82 persen (year on year) dengan total nilai mencapai US$42,35 miliar,” tambahnya.

    ➡️ Baca Juga: Cara Mandikan Anak dengan Mudah, Panduan Praktis untuk Ibu-Ibu Modern

    ➡️ Baca Juga: Panduan Efektif Memilih Bisnis Rumahan Sesuai dengan Minat dan Kemampuan Anda

    Related Articles

    Back to top button