pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Penumpang Melompat ke Rel KRL di Stasiun Tanah Abang, Momen Berbahaya Terjadi

Seorang penumpang nekat melompat dari Peron 2 Stasiun Tanah Abang ke jalur rel saat rangkaian KRL Commuter Line melaju pada sore hari, 7 September 2026. Kejadian ini mengundang perhatian publik karena tindakan tersebut sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal.

Peristiwa berisiko tinggi ini sempat terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria berada di area rel sebelum berusaha kembali ke peron dengan selamat.

Setelah menerima laporan mengenai penumpang yang berada di jalur rel, petugas keamanan Stasiun Tanah Abang beserta personel BKO Marinir segera mengambil tindakan. Mereka bergegas menuju lokasi untuk mengamankan dan menenangkan penumpang yang terlibat.

“Begitu mendapatkan laporan, tim kami bersama BKO Marinir langsung berlari ke lokasi untuk memastikan keselamatan penumpang,” ungkap Dhimas pada Selasa, 8 September 2025.

Kapolsek Metro Tanah Abang, Ajun Komisaris Besar Polisi Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa petugas membawa penumpang tersebut ke Pos PAM untuk didata dan dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

Proses penanganan melibatkan berbagai pihak, termasuk KSB, Wakil KSB, Asisten Manajer KCI, serta BKO Polri, agar dapat menangani situasi dengan lebih efektif.

Namun, pihak kepolisian menyatakan bahwa pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara mendalam karena kondisi mental penumpang yang tidak stabil saat itu.

“Karena ketidakstabilan kondisi mentalnya, kami tidak dapat melakukan interogasi lebih lanjut demi menjaga kestabilan psikologisnya,” tambahnya.

Petugas kemudian berusaha menghubungi keluarga penumpang yang bersangkutan. Sayangnya, orang tua penumpang diketahui sedang berada di luar kota, sehingga tidak bisa segera dihubungi.

Polisi dan petugas stasiun kemudian berkoordinasi dengan Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care untuk memastikan penumpang mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Tim dari yayasan tersebut tiba di Stasiun Tanah Abang sekitar pukul 19.53 WIB untuk menjemput penumpang yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Pada pukul 20.00 WIB, kami melakukan serah terima penumpang dari PKD Stasiun Tanah Abang kepada petugas Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care,” jelasnya.

Kejadian ini menjadi perhatian publik, terutama karena video insiden tersebut banyak beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria melompat dari Peron 2 Stasiun Tanah Abang ke jalur rel saat KRL Commuter Line yang menuju Bekasi sedang melaju. Setelah berada di area rel, ia berhasil kembali ke peron dengan selamat.

    ➡️ Baca Juga: Efisiensi Serangan dalam Sepak Bola Modern dengan Jumlah Peluang Terbatas

    ➡️ Baca Juga: Pria Usia 45 Tahun Harus Tahu Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Berbahaya

    Related Articles

    Back to top button