pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
bisnis

Permintaan Semen Nasional Pulih, Laba Bersih SIG Meningkat 445,9 Persen di Semester I-2026

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan bahwa permintaan semen nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan pada semester pertama tahun 2026. Kinerja perusahaan yang solid ini didorong oleh transformasi bisnis yang dijalankan dengan disiplin dan konsisten, yang berfungsi sebagai penggerak utama pertumbuhan.

Dalam sesi presentasi publik yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia pada Selasa (8/9/2026), Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menjelaskan bahwa perusahaan mengandalkan empat pilar strategis. Pilar-pilar ini meliputi transformasi model bisnis semen, pengelolaan biaya dan efisiensi, pengembangan produk turunan serta solusi bangunan, serta pengelolaan sumber daya dan tata kelola. Semua ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan pasar, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan portofolio produk turunan semen.

Sebagai bagian dari upaya transformasi, SIG melaksanakan program Streamlining Entitas SIG Group. Program ini melibatkan penataan anak usaha dengan tujuan untuk mengoptimalkan model bisnis dan menciptakan struktur organisasi yang lebih efektif dan efisien.

Pada semester pertama 2026, SIG berhasil mencatatkan total volume penjualan sebesar 18,28 juta ton, mengalami peningkatan 5,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan pasar domestik, di mana volume penjualan mencapai 14,18 juta ton, tumbuh 9,7% year-on-year (yoy). Seiring dengan peningkatan volume penjualan, pendapatan SIG juga meningkat sebesar 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun, sementara EBITDA tumbuh 2,6% menjadi Rp2,15 triliun.

Profitabilitas SIG juga menunjukkan penguatan yang signifikan, tercermin dari laba bersih yang melonjak 445,9% yoy menjadi Rp207 miliar. Selain itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami pertumbuhan 471,0% yoy menjadi Rp228 miliar.

“Disiplin dan konsistensi dalam menjalankan transformasi bisnis menjadikan SIG semakin tangguh di tengah tantangan industri semen domestik. Transformasi ini tidak hanya memungkinkan perusahaan mencapai pertumbuhan kinerja, tetapi juga memperkuat fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang,” ujar Indrieffouny Indra dalam keterangannya pada Rabu, 9 September 2026.

Sebagai bagian dari inisiatif dekarbonisasi, perusahaan terus menguatkan komitmennya terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Ini termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, optimalisasi klinker, serta efisiensi energi dan proses produksi. Komitmen ini didukung oleh target emisi berbasis sains yang telah disetujui oleh SBTi serta penerapan rekomendasi TCFD dalam pengungkapan informasi kepada publik.

Saat ini, SIG memiliki sembilan merek semen yang kuat dan mendominasi pasar di berbagai wilayah di Indonesia dan regional. Merek-merek tersebut antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Kujang, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, dan Thang Long Cement. Produk-produk yang dipasarkan di Indonesia tidak hanya telah mendapatkan sertifikasi SNI, tetapi juga mengandung lebih dari 90% komponen lokal.

    ➡️ Baca Juga: Beasiswa Teknik Sipil: Peluang Karir dan Pendidikan

    ➡️ Baca Juga: 7 Zodiak Indonesia yang Dikenal Paling Pemaaf

    Related Articles

    Back to top button