Kemenkes Pastikan Layanan Kesehatan Jiwa dan Daycare Lansia Tercover oleh BPJS

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa layanan kesehatan jiwa, termasuk dukungan dari psikolog klinis dan psikiater, serta fasilitas daycare bagi lansia, dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan secara lebih luas.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai penghentian penjaminan biaya layanan psikolog sejak 1 September.
Ia menegaskan bahwa semua layanan kesehatan jiwa yang disediakan oleh psikolog klinis dan psikiater seharusnya dijamin oleh BPJS Kesehatan, asalkan tetap mengikuti ketentuan Indonesian Diagnosis Related Groups (IDRG).
“Setiap intervensi yang melibatkan klien dengan masalah kesehatan jiwa, baik oleh psikolog klinis maupun psikiater, seharusnya dapat mendapatkan perlindungan. Hal ini tentu saja dengan adanya kode IDRG yang sesuai,” jelas Dante dalam acara temu media untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan.
Dante juga menambahkan bahwa perluasan cakupan layanan kesehatan jiwa yang dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan harus mencakup layanan daycare bagi lansia.
“Daycare sangat penting, terutama bagi lansia yang sering kali mengalami masalah kesehatan mental seiring bertambahnya usia. Ketika anak-anak mereka harus pergi untuk bekerja, mereka membutuhkan tempat yang aman untuk menitipkan orang tua mereka,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mengurangi cakupan layanan kesehatan jiwa untuk peserta BPJS Kesehatan, melainkan berupaya untuk memperluas layanan tersebut.
“Jadi, kami ingin menegaskan bahwa tidak ada pengurangan dalam jumlah peserta BPJS. Sebaliknya, kami berkomitmen untuk meningkatkan cakupan layanan dan memastikan lebih banyak klien dapat terlayani,” lanjut Dante.
Oleh karena itu, informasi yang beredar mengenai pengurangan layanan tersebut tidaklah benar, dan pemerintah justru mendorong perluasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa.
Dante juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan jiwa sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental serta mengatasi stigma yang sering kali melekat pada individu dengan gangguan jiwa.
Gangguan jiwa, menurutnya, merupakan penyebab kedua yang paling signifikan dalam mempengaruhi kualitas hidup individu, setelah gangguan otot dan rangka. Ia menjelaskan bahwa gangguan jiwa dapat dialami oleh siapa saja dan tidak selalu terlihat secara fisik. Statistik menunjukkan bahwa satu dari tujuh orang di dunia hidup dengan masalah kesehatan mental.
➡️ Baca Juga: Terapi CAPD Sebagai Solusi Inovatif untuk Pasien Gagal Ginjal yang Membutuhkan Harapan Baru
➡️ Baca Juga: Luna Maya dan Maxime Bouttier Rayakan Lebaran di Tengah Laut, Salat Idul Fitri di Kapal Phinisi




