Iran Menolak Tuduhan Targetkan Putra Trump, Menyebut Netanyahu Sebagai Dalang Utama

Iran dengan tegas menolak berbagai laporan yang mengklaim adanya rencana untuk menghabisi Barron Trump, putra bungsu mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Baru-baru ini, agen intelijen AS, USS, mengungkapkan bahwa mereka memiliki bukti berupa video yang dirilis oleh media pemerintah Iran yang berkaitan dengan isu tersebut.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan melalui kantor berita Iran, ISNA, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menganggap tuduhan itu sebagai bentuk propaganda yang tidak berdasar. Ia menambahkan bahwa tuduhan ini merupakan trik yang dibuat oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
“Keyakinan bahwa terdapat rencana untuk menyerang putra Trump hanyalah sebuah kebohongan besar yang dirancang oleh Netanyahu untuk menipu dan menakut-nakuti presiden AS,” ujar Rezaei dalam kutipan yang diambil dari Anadolu Agency pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut muncul setelah stasiun televisi pemerintah Iran menayangkan sebuah video yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan. Video tersebut berisi informasi mengenai lokasi dan aktivitas Barron Trump di New York.
Video yang ditampilkan oleh Iran melalui Channel 3 itu secara luas diinterpretasikan sebagai ancaman terhadap keselamatan Barron Trump.
Tensi antara Teheran dan Washington terus meningkat sejak 28 Februari, ketika kedua negara, bersama Israel, melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai respons, Iran mengambil langkah untuk menyerang posisi-posisi dan aset militer AS yang berada di negara-negara Arab yang bersekutu dengan Washington.
Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mencakup 14 poin di Islamabad. Kesepakatan ini tercapai berkat mediasi dari Pakistan dan Qatar, dengan harapan dapat mengakhiri permusuhan dan membuka jalur untuk dialog.
Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut menghadapi berbagai tantangan. Teheran mengklaim bahwa Washington tidak memenuhi komitmen yang telah disetujui. Pada bulan Juli, AS kembali meluncurkan serangan militer terhadap Iran, yang memicu serangkaian serangan balasan dari pihak Iran.
➡️ Baca Juga: Pemanfaatan Bus dan Truk Listrik Dapat Menghemat Anggaran Pemerintah hingga Rp 85 Triliun
➡️ Baca Juga: Cadangan Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton, Mentan Amran Pastikan Stok Aman di Tengah Gejolak Timteng




