Persyaratan Baru untuk Pembuatan SIM Motor: Wajib Mengikuti 15 Jam Pelatihan

Taiwan berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan para pengendara sepeda motor dengan menerapkan langkah-langkah baru yang signifikan. Pemerintah setempat tengah merancang penambahan durasi pelatihan praktik bagi individu yang ingin mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) motor.
Tidak hanya memperpanjang waktu pelatihan, Taiwan juga akan melakukan uji coba untuk tes SIM sepeda motor yang dilaksanakan secara langsung di jalan raya. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon pengendara tidak hanya terampil dalam kondisi latihan tertutup, tetapi juga mampu menghadapi tantangan yang nyata di jalan.
Kementerian Transportasi dan Komunikasi Taiwan mengusulkan peningkatan durasi pelatihan praktik sepeda motor dari 10 jam menjadi 15 jam. Usulan ini diambil dari laporan yang diterima, dan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pengendara.
Aturan baru ini direncanakan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Sementara itu, uji coba untuk pelaksanaan tes SIM motor di jalan raya secara regional akan dimulai pada Oktober 2027.
Penambahan lima jam pelatihan ini tidak hanya akan diisi dengan latihan mengendalikan sepeda motor. Pemerintah merencanakan dua jam untuk latihan berkendara terapan dan tiga jam untuk latihan langsung di jalan raya.
Materi pelatihan juga dirancang lebih relevan dengan situasi berkendara sehari-hari. Calon pengendara akan dilatih untuk menjaga bidang pandang yang baik, mengenali kondisi jalan, serta memahami kapan waktu yang tepat untuk menggunakan lampu sepeda motor.
Dengan pendekatan ini, kemampuan calon pengendara tidak akan hanya dinilai dari keterampilan mereka dalam mengoperasikan sepeda motor di area latihan. Mereka juga akan diperkenalkan pada berbagai situasi yang mungkin dihadapi saat berada di jalan umum.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan SIM yang diperkenalkan oleh pemerintah Taiwan tahun ini. Selain fokus pada peningkatan pelatihan untuk pengendara motor, strategi ini juga mencakup pelatihan ulang bagi pengendara yang telah melanggar peraturan lalu lintas.
Aspek keselamatan bagi pengemudi lanjut usia juga menjadi perhatian pemerintah Taiwan dalam perpanjangan SIM mereka. Ini merupakan langkah positif untuk memastikan keselamatan semua pengguna jalan.
Menariknya, meskipun mengikuti pelatihan sepeda motor belum menjadi syarat wajib sebelum mengikuti ujian SIM, pemerintah tetap mendorong masyarakat untuk mengikuti kursus melalui program subsidi yang tersedia.
Jumlah peserta yang mendapatkan subsidi untuk pelatihan mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2024, tercatat 40.378 orang menerima subsidi, dan angka ini meningkat menjadi 59.912 orang pada tahun 2025.
Calon pengendara dapat mengikuti kursus di berbagai sekolah mengemudi yang tersebar di seluruh wilayah Taiwan. Besaran subsidi yang diberikan juga bervariasi tergantung pada jenis pelatihan yang diambil, sehingga memberikan fleksibilitas bagi peserta.
➡️ Baca Juga: Polisi Pastikan Belum Ada Bukti Pelaku Pengeroyokan Maut Bambang Setiawan Anggota Ormas
➡️ Baca Juga: Xabi Alonso: Solusi Tepat untuk Meningkatkan Performa Liverpool saat Ini




