Basarnas Identifikasi Kekuatan untuk Temukan 5 Jurnalis dan 3 Kapal Hilang di Erupsi Gunung Anak Krakatau

Basarnas tengah memaksimalkan seluruh sumber daya dan armada gabungan untuk mencari rombongan jurnalis serta awak kapal cepat yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan harapan agar proses pencarian dapat berlangsung dengan baik, aman, dan semua korban bisa ditemukan dengan selamat. “Kami akan mengoptimalkan semua kekuatan yang ada di lapangan. Mohon doanya,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu malam.
Rombongan yang saat ini tengah dicari terdiri dari delapan individu, di mana lima di antaranya adalah jurnalis. Mereka adalah M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang berstatus jurnalis lepas. Tiga orang lainnya adalah kru kapal, yaitu Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Edy juga mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian ini dan menegaskan bahwa operasi pencarian akan dilakukan secara masif untuk menemukan para korban.
Operasi pencarian awal dimulai pada Selasa, 8 September, oleh Kantor SAR Banten, yang telah mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 untuk menjelajahi radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Sayangnya, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Pada Rabu, 9 September, tim SAR memperluas area pencarian, membagi kawasan seluas 68,3 nautical mile menjadi empat sektor Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU). Armada SAR lintas instansi juga dikerahkan untuk meningkatkan efektivitas pencarian.
Berbagai unsur armada yang terlibat dalam operasi ini meliputi KN SAR Tetuka dari Basarnas; KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang yang merupakan milik TNI AL; KP Sanjaya dari Polairud; serta tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung. Selain itu, potensi SAR lokal yang terdiri dari relawan dan nelayan turut dilibatkan dalam pencarian.
“Dari rangkaian operasi yang telah dilakukan hingga saat ini, hasil pencarian masih nihil,” kata Edy, didampingi Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, dan Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo.
Basarnas menginformasikan bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan pada Kamis pagi, 10 September. Fokus pencarian akan diarahkan ke sisi utara kawasan Gunung Anak Krakatau, dengan tetap mempertimbangkan kondisi arus, pergeseran ombak, dan arah angin yang ada.
➡️ Baca Juga: Chivu Jelaskan Rotasi Pemain dan Formasi Baru Inter Milan Saat Hadapi Como
➡️ Baca Juga: TP PKK Ciamis Ajak Perempuan Cegah Penyakit Tidak Menular Melalui Seminar Kesehatan




