Pentingnya Kesadaran Anak Muda Terhadap Hutan dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari

Isu mengenai hutan seringkali hanya dipersepsikan sebagai sekumpulan pepohonan, area hijau, atau upaya pelestarian lingkungan. Namun, permasalahan kehutanan sebenarnya memiliki dampak yang jauh lebih luas dalam kehidupan kita sehari-hari, mencakup sektor pendidikan, ekonomi, industri, dan beragam produk yang dipakai oleh masyarakat.
Pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran hutan inilah yang coba diperkenalkan kepada generasi muda melalui acara Celebration FSC Forest Week 2026 di Auditorium Sylva Pertamina, IPB University, Bogor. Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan antara akademisi, praktisi, pelaku industri, dan mahasiswa untuk mendiskusikan cara pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan mengusung tema “Choose Forests. Choose FSC.”, diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian FSC Forest Week 2026 yang diselenggarakan di Indonesia. Salah satu fokus utama acara ini adalah mengajak mahasiswa untuk memandang kehutanan secara komprehensif, tidak hanya dari sudut pandang lingkungan, tetapi juga dari bagaimana hasil hutan terintegrasi dalam rantai pasokan hingga menjadi produk yang digunakan sehari-hari.
Mahasiswa perlu melihat kehutanan dari berbagai sisi yang ada, agar mereka dapat memiliki pemahaman yang utuh.
Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop, selaku Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, berpendapat bahwa pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk generasi yang mampu memahami isu-isu kehutanan secara menyeluruh.
“Hutan bukan sekadar sumber daya alam yang harus kita lestarikan, tetapi juga merupakan elemen krusial dalam kehidupan dan pembangunan bangsa. Pendidikan berperan strategis dalam membentuk generasi yang memahami hutan dari sudut pandang ilmiah serta dapat melihat keterkaitannya dengan masyarakat, industri, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan di masa depan,” ungkap Prof. Dodik dalam pernyataannya, yang dikutip pada Minggu (4/10/2026).
“Kami sangat mendukung kolaborasi FSC Forest Week 2026 di IPB University sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan mereka dan memahami bahwa keberlanjutan hutan memerlukan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu dan sektor,” tambahnya.
Prof. Dodik juga menekankan bahwa masa depan hutan di Indonesia sangat tergantung pada kualitas generasi muda yang akan mengelolanya. Mahasiswa diharapkan untuk memiliki pemahaman yang holistik tentang kehutanan, tidak hanya dari perspektif ekologi, tetapi juga dari aspek industri, rantai pasok, sertifikasi, dan pemanfaatan hasil hutan secara bertanggung jawab.
➡️ Baca Juga: Strategi Membangun Mental Juara di Badminton untuk Kemenangan yang Konsisten
➡️ Baca Juga: Menhan Sjafrie Tegaskan Target Penanganan Karhutla Bergantung pada Partisipasi Rakyat Indonesia




