Masyarakat Diharapkan Mempertahankan Persatuan Menghadapi Tantangan Geopolitik

Jakarta – Pemrakarsa Jaringan Resolusi 98, Haris Rusly Moti, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga persatuan nasional dalam menghadapi guncangan geopolitik global yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan sosial di dalam negeri.
“Menjaga situasi ini adalah tanggung jawab moral kita semua demi keselamatan bersama,” ungkap Haris dalam rilis tertulisnya di Jakarta, Rabu.
Ia berpendapat bahwa stabilitas nasional yang kondusif, baik dari aspek ekonomi maupun politik, merupakan elemen penting di tengah ketidakpastian yang melanda dunia saat ini. Menurutnya, kondisi ini harus dijaga secara kolektif agar Indonesia tidak terkena dampak yang lebih parah dari dinamika geopolitik global.
Haris juga menekankan pentingnya pendekatan dialog yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggapi perbedaan pandangan yang ada di masyarakat. Ia menyatakan bahwa ruang komunikasi tetap terbuka, termasuk bagi kritik yang ditujukan kepada kebijakan pemerintah.
“Prof. Dasco bahkan rutin menghadiri forum-forum diskusi, baik formal maupun informal, untuk mendengarkan langsung pandangan kritis dari berbagai kelompok dengan spektrum yang berbeda. Sangat tidak berdasar jika ada anggapan bahwa pemerintah anti-kritik dan anti-dialog,” tuturnya.
Dalam konteks pengelolaan program prioritas, Haris menekankan bahwa kritik publik adalah bagian dari proses perbaikan tata kelola, termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menganggap bahwa pemerintah telah menanggapi kritik dengan langkah-langkah perbaikan yang tepat.
“Ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tidak tutup mata dan telinga terhadap kritik serta masukan terkait tata kelola program pemerataan gizi nasional melalui MBG,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perbaikan tata kelola sangat penting, mengingat sejumlah program sosial sebelumnya juga masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya.
“Apalagi program yang baru dimulai oleh Presiden Prabowo ini, yang sudah berjalan lebih dari satu tahun, tentu kita akui belum sempurna dalam implementasinya dan masih memerlukan perbaikan di tingkat tata kelola,” ujar Haris.
Terkait dengan situasi global, Haris mengamati bahwa beberapa negara kini menghadapi tekanan serius akibat krisis energi dan gangguan pada rantai pasok. Namun, ia percaya bahwa Indonesia relatif mampu mempertahankan stabilitas dalam pasokan energi dan kebutuhan pokok.
“Namun, kita patut bersyukur, berkat kerja keras Presiden Prabowo, pasokan energi di dalam negeri tetap stabil dan terjangkau,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Gotong Royong Jaring Pengaman Sosial Hadapi Gejolak Ekonomi
➡️ Baca Juga: Polri Ingatkan Pemudik Waspadai Titik Lelah, Kecelakaan Terbanyak Terjadi di Jateng




