Houthi Yaman Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb, Harga Minyak Berpotensi Melonjak Tajam

Gerakan Ansar Allah yang dikenal dengan nama Houthi di Yaman tengah mempertimbangkan langkah untuk memblokir Selat Bab al-Mandeb. Jika keputusan ini diambil, hal ini berpotensi menyebabkan lonjakan tajam harga minyak di pasar global. Pernyataan ini disampaikan oleh Mohammed Mansour, deputi menteri informasi dalam pemerintah Houthi.
Mansour menegaskan bahwa keputusan mengenai pemblokiran selat tersebut masih dalam tahap pembicaraan. Dalam wawancaranya dengan sebuah portal berita Italia, ia mengungkapkan bahwa mereka sedang merencanakan aksi bersama dengan sekutu-sekutu dari Iran. “Yang terpenting adalah kami ingin menjelaskan kepada musuh-musuh kami bahwa kami tidak akan mundur,” tambahnya saat menjelaskan tentang kemungkinan pemblokiran di lepas pantai Yaman.
Lebih lanjut, Mansour mengingatkan bahwa Eropa perlu menyadari bahwa jika mereka terus berperan sebagai lawan bagi Poros Perlawanan, harga minyak bisa melonjak hingga 200 dolar AS per barel, yang tentunya akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Eropa.
Selat Bab al-Mandeb merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia. Dalam konteks konflik yang melibatkan Iran, wilayah ini menjadi sangat penting, karena potensi gangguan dari kelompok yang bersekutu dengan Iran dapat mengancam jalur perdagangan dan distribusi minyak secara global.
Di akhir bulan Februari lalu, terjadi serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, yang berujung pada kerusakan dan jatuhnya korban sipil. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang berada di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan yang terjadi di sekitar Iran telah berimbas pada terbentuknya blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara di Teluk Persia ke pasar internasional.
Dampak dari blokade ini sangat terasa pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar mengalami kenaikan di berbagai negara di seluruh dunia, menambah tantangan bagi banyak perekonomian yang sudah berjuang menghadapi ketidakpastian global.
➡️ Baca Juga: Perkuat Hilirisasi Industri Mineral untuk Meningkatkan Daya Saing dari Hulu ke Hilir
➡️ Baca Juga: Tantangan yang Dihadapi Warga Indonesia dalam Menghadapi Penyakit Langka




