APBN Tangguh Menghadapi Krisis Global dan Ketegangan di Timur Tengah, Ungkap Menkeu Purbaya

Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk kemungkinan krisis global yang berkepanjangan serta dampak dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.
Usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada malam hari, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah merencanakan skenario ketahanan anggaran untuk menghadapi krisis yang mungkin lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Ia menyebutkan bahwa proyeksi ini didasarkan pada analisis sementara serta penilaian kondisi fiskal terkini yang masih menunjukkan tanda-tanda positif.
“Ada pembahasan mengenai ketahanan anggaran dalam situasi krisis yang berkepanjangan, dan kami percaya anggaran saat ini masih dalam kondisi baik, sehingga tidak ada masalah yang signifikan,” ucap Purbaya.
Lebih lanjut, ia menyoroti salah satu faktor yang mendukung kondisi fiskal yang sehat di Indonesia adalah peningkatan kinerja penerimaan negara yang terlihat positif di awal tahun ini.
Penerimaan dari pajak dan bea cukai selama Januari hingga Februari 2026 mengalami pertumbuhan mencapai sekitar 30 persen.
“Itu merupakan angka yang sangat signifikan. Ini menunjukkan adanya perbaikan dalam perekonomian serta perilaku masyarakat terkait pajak dan bea cukai,” tambahnya.
Menyangkut ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Purbaya menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario harga minyak untuk anggaran yang sedang berjalan.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dalam batas tertentu masih dapat ditangani oleh APBN. Namun, jika lonjakan harga minyak terjadi secara drastis, pemerintah akan melakukan evaluasi ulang untuk menyesuaikan kebijakan fiskal yang ada.
“Jadi, APBN masih dapat menyerap kenaikan harga minyak, tetapi jika harga melonjak secara ekstrem, kami akan menghitung kembali dan menyesuaikan kebijakan,” pungkas Purbaya.
➡️ Baca Juga: 5 Fakta Gila tentang Mode yang Belum Pernah Kamu Dengar
➡️ Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Musik dan Pengaruhnya terhadap Emosi

