Pemprov DKI Terapkan Water Mist di 5 Wilayah Jakarta Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan penyemprotan air (water mist) secara serentak di lima wilayah kota pada hari Minggu, 6 September 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi dan upaya untuk bersiaga dalam menghadapi potensi penyebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Uus Kuswanto, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan bahwa penerapan water mist bertujuan untuk mengendalikan debu serta partikel di udara, sekaligus menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
“Water mist ini merupakan pendekatan preventif untuk mengurangi debu atau partikel yang terdispersi di udara, serta menjaga kualitas udara di area aktivitas masyarakat,” ungkap Uus pada Minggu, 6 September 2026.
Walaupun secara geografis Jakarta cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau, Uus menekankan bahwa Pemprov DKI tetap mengambil langkah antisipasi sejak awal. Penyebaran abu vulkanik diperkirakan dapat dirasakan hingga kawasan Monas.
Uus menegaskan bahwa pelaksanaan water mist tidak berarti bahwa seluruh wilayah Jakarta telah terkena dampak abu vulkanik. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan kadar partikel di udara.
Pemprov DKI mengerahkan kendaraan tangki air dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut) untuk melakukan penyemprotan di berbagai koridor sesuai dengan kebutuhan dan keadaan saat itu. Pelaksanaan water mist akan terus dievaluasi dan dilakukan selama diperlukan.
Penyemprotan dilakukan secara bersamaan di lima wilayah Jakarta, dengan fokus pada sejumlah koridor utama, seperti Silang Monas serta Jalan M.H. Thamrin-Jenderal Sudirman.
Di Jakarta Utara, penyemprotan berlangsung di Jalan Yos Sudarso dari Tanjung Priok hingga Cempaka Mas, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Pluit. Sementara itu, di Jakarta Pusat, penyemprotan mencakup koridor dari Cempaka Mas hingga Green Pramuka.
Untuk Jakarta Timur, kegiatan penyemprotan dilakukan dari Green Pramuka menuju UKI, serta di kawasan Terminal Kampung Melayu hingga PGC Cawang.
Di Jakarta Selatan, area yang menjadi sasaran termasuk Jalan Rasuna Said dari depan KPK ke Pejaten Village serta Jalan M.T. Haryono hingga Semanggi. Di sisi lain, di Jakarta Barat, penyemprotan dilakukan di sepanjang Jalan Slipi, Tomang, dan daerah sekitarnya.
➡️ Baca Juga: Putri Menteri Israel Ditemukan Tewas Usai Mengklaim Dijual Orang Tuanya untuk Perkosaan
➡️ Baca Juga: Menghitung Statistik Pemain Sepak Bola Secara Akurat untuk Evaluasi Tim yang Efektif




