www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
berita

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Mengancam Pesisir Banten

Hujan abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyentuh wilayah pesisir Banten pada malam hari, tepatnya pada 5 September 2026. Fenomena ini terpantau di sekitar Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang.

Deni Mardiono, Kepala Pos PGA Anak Krakatau di Pasauran, menyampaikan bahwa material vulkanik tersebut terbawa oleh angin yang bergerak ke arah timur, menuju pesisir Banten.

“Di pos Pasauran, saat ini sudah terdapat lapisan abu vulkanik yang sangat tipis. Dengan bantuan rekaman CCTV, terlihat bahwa abu bertebaran di area tersebut. Sebaran abu ini tergantung pada arah angin, dan saat ini angin bergerak ke arah timur,” ungkap Deni.

Ia juga menambahkan bahwa potensi penyebaran abu vulkanik sepenuhnya dipengaruhi oleh arah pergerakan angin. Pada saat ini, intensitas abu yang jatuh di sekitar pos pemantauan masih tergolong sangat tipis.

Namun, berdasarkan pemantauan langsung hingga pukul 20.40 WIB, aktivitas vulkanik di Selat Sunda masih berlangsung dengan intens. Visual erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat memancarkan cahaya merah yang menyala, bahkan disertai kilatan petir.

Letusan tersebut juga menghasilkan suara gemuruh yang terdengar bersamaan dengan dentuman keras. Suara yang dihasilkan dari erupsi ini cukup kuat, sehingga membuat pintu, kaca jendela, dan lemari di dalam ruang pos pemantauan bergetar.

Meskipun letusan disertai dengan hujan abu yang tipis dan dentuman yang keras, Deni memastikan bahwa tingkat aktivitas vulkanik gunung tersebut tidak menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelumnya.

“Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekat dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah,” tegasnya.

    ➡️ Baca Juga: Memahami Ciri-Ciri Ordo Lepidoptera: Pengetahuan Dasar tentang Kupu-Kupu

    ➡️ Baca Juga: Otoritas Forensik Iran Mencatat Lebih dari 3.000 Korban Tewas Akibat Serangan AS-Israel Sejak 28 Februari

    Related Articles

    Back to top button