Naura Ayu Tampil Lebih Hidup dengan Projection Mapping Epson yang Imersif di Panggung

Panggung pertunjukan musik saat ini telah berevolusi, tidak hanya mengandalkan penampilan penyanyi dan pengaturan pencahayaan. Teknologi visual kini menjadi bagian integral dalam menciptakan suasana yang mampu mengajak penonton untuk terlibat dalam cerita yang disajikan. Hal ini terlihat jelas pada showcase Naura Ayu yang bertajuk “Cerita Penuh Cahaya,” yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya pada 15 Agustus 2026.
Dalam pertunjukan tersebut, elemen visual panggung berperan penting dalam memperkuat penampilan Naura Ayu. Penggunaan projection mapping menjadi sorotan utama dalam menampilkan gambar dan warna pada area panggung yang memiliki desain tidak konvensional.
Teknologi ini menjadikan backdrop panggung lebih dari sekadar latar belakang, melainkan komponen yang bergerak seiring dengan konsep pertunjukan. Kombinasi antara musik, pencahayaan, dan visual ini berhasil menciptakan pengalaman yang lebih hidup dan dinamis bagi para penonton yang hadir.
Senior Product Manager Visual Instrument Epson Indonesia, Ardian Ami Mahmudi, mengungkapkan bahwa perangkat yang digunakan untuk projection mapping pada showcase Naura adalah proyektor dengan tingkat kecerahan yang sangat tinggi.
“Pada kesempatan ini, kami mendukung penggunaan proyektor Epson terkuat yang ada, yaitu L30.000 UNL, yang memiliki kecerahan mencapai 30.000 lumens. Ini adalah proyektor dengan tingkat kecerahan tertinggi yang kami miliki,” kata Ardian di Jakarta pada 15 Agustus 2026.
Perangkat ini dimanfaatkan untuk melakukan video mapping pada backdrop panggung. Visual yang dihasilkan berfungsi untuk menciptakan suasana dan memperkuat atmosfer selama pertunjukan berlangsung.
“Dalam pertunjukan ini, terdapat panggung dengan berbagai backdrop. Proyektor ini berperan dalam menciptakan ambience dan warna yang akan menghidupkan suasana konser,” tambahnya.
Menurut Ardian, penggunaan projection mapping juga sangat dipengaruhi oleh bentuk media yang menjadi permukaan proyeksi. Berbeda dengan tampilan pada layar persegi atau videotron, projection mapping dapat menyesuaikan visual dengan kontur tertentu.
“Biasanya, media yang digunakan untuk tampilan visual tidak berbentuk reguler atau kotak. Untuk media yang berbentuk kotak, kita dapat menggunakan videotron besar, tetapi untuk bentuk yang tidak konvensional, proyektor adalah pilihan yang lebih tepat,” jelasnya.
➡️ Baca Juga: Harga Terjangkau, Inilah Langkah Aman Membeli Mobil Listrik Bekas
➡️ Baca Juga: Membangun Passive Income Melalui Blog yang Ramah SEO dan Efektif




