Kesejahteraan Petani Meningkat Signifikan di Era Prabowo-Gibran Selama 2 Tahun

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan dengan tegas bahwa dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto, terdapat kemajuan signifikan dalam peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia.
Amran menuturkan, keberhasilan Kementerian Pertanian dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai angka 131, angka tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini menunjukkan perkembangan positif bagi para petani di tanah air, yang menjadi salah satu indikator utama kesejahteraan mereka.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa NTP ini mengalami peningkatan berkat berbagai kebijakan yang diterapkan oleh Prabowo, termasuk penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, yang merupakan langkah inovatif dalam sejarah pertanian Indonesia.
Selain itu, Presiden Prabowo juga telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah minimal sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada petani dari praktik tengkulak yang sering kali menekan harga jual hasil panen mereka.
Amran menekankan pentingnya penerapan HPP ini, yang dirancang untuk melindungi petani dari penjual nakal yang kerap membeli hasil panen dengan harga rendah. Kebijakan ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa petani mendapatkan harga yang adil.
Prabowo berupaya untuk memastikan bahwa hasil pertanian para petani dapat dibeli dengan harga yang layak. Dalam upaya tersebut, Perum Bulog ditugaskan sebagai pembeli yang wajib menyerap gabah dari para petani, sehingga mereka tidak terjebak dalam siklus kerugian.
Kebijakan sektor pertanian di bawah kepemimpinan Prabowo juga dinilai berhasil dalam meningkatkan nilai ekspor, terutama untuk komoditas beras. Ini merupakan langkah strategis yang berdampak positif pada perekonomian nasional.
Amran mencatat bahwa pada tahun 2025, nilai ekspor mencapai Rp 166 triliun, sementara impor menurun sebesar Rp 41 triliun. Dengan demikian, terdapat tambahan nilai sebesar Rp 208 triliun yang dihasilkan dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan di sektor pertanian.
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, Amran percaya bahwa swasembada pangan secara berkelanjutan akan dapat tercapai di bawah kepemimpinan Prabowo. Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional.
Di sisi lain, Mentan juga mengapresiasi pencapaian di sektor pertanian sebagai hasil dari kerja keras berbagai pihak, terutama para petani dan peternak yang telah berkontribusi secara signifikan. Keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi dan perjuangan mereka di lapangan.
Amran menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian yang telah diraih oleh Kementerian Pertanian. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, dan ia mengucapkan terima kasih kepada petani di seluruh Indonesia, peternak, serta semua yang terlibat dalam sektor hortikultura dan perkebunan.
➡️ Baca Juga: Hanura Usulkan Skema Untuk Meningkatkan Kualitas Pemilu 2029 di Indonesia
➡️ Baca Juga: Donald Trump Mengancam Mengambil Alih Greenland, Denmark Kirim Pasukan Besar-besaran




