Jensen Interceptor Hadir Kembali Setelah 50 Tahun dengan Tenaga Menggigit 960 Dk

Jensen Interceptor kembali mencuri perhatian setelah menghilang dari dunia otomotif selama beberapa dekade. Jensen International Automotive (JIA) mempersembahkan Interceptor GTX, sebuah mobil sport yang dirancang khusus untuk lintasan dengan mesin V8 supercharged yang mampu memproduksi tenaga mencapai 960 daya kuda.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1966 hingga dihentikannya produksi pada 1976, Jensen Interceptor telah dikenal sebagai grand tourer asal Inggris yang ikonis. Kini, kebangkitan model ini hadir dengan tampilan yang jauh lebih agresif. Namun, penting untuk dicatat bahwa GTX bukanlah sekadar hasil restorasi atau modifikasi dari model klasik yang pernah ada.
Menurut informasi terbaru, JIA menegaskan bahwa Interceptor GTX adalah produk yang sepenuhnya baru, dibangun dari nol dengan menggunakan sasis dan bodi aluminium yang dibuat secara manual di Inggris. Menariknya, sekitar 80 persen dari desain eksterior GTX akan dipertahankan untuk model Interceptor yang ditujukan bagi penggunaan di jalan raya di masa mendatang.
Di balik kap mesin, terdapat mesin V8 berkapasitas 6,8 liter yang dipadukan dengan supercharger berukuran 2,65 liter. Mesin ini dikembangkan oleh Late Model Engines asal Texas dan mampu menghasilkan tenaga yang sangat mengesankan, yaitu 960 dk.
Tenaga yang sangat besar ini disalurkan ke roda belakang melalui poros penggerak yang terbuat dari serat karbon. Mobil ini dilengkapi dengan transmisi sequential enam percepatan, yang bisa dioperasikan baik melalui paddle shift maupun tuas. Sementara itu, versi yang dirancang untuk penggunaan di jalan raya nantinya akan menawarkan pilihan transmisi manual enam percepatan atau otomatis konvensional.
Karena dirancang khusus untuk performa di lintasan, Interceptor GTX dilengkapi dengan berbagai perangkat yang mendukung kinerja. Suspensinya menggunakan model double-wishbone yang dilengkapi dengan peredam tiga arah, dan penggunaan bodi serta sasis aluminium membantu menjaga bobot mobil tetap dalam batas yang wajar.
Aspek aerodinamika juga menjadi fokus utama dalam desain mobil ini. GTX dilengkapi dengan sayap belakang besar yang terbuat dari karbon, serta splitter, lantai datar, dan diffuser yang, secara keseluruhan, mampu menghasilkan lebih dari 350 kg downforce pada kecepatan tertentu.
Kabin Interceptor GTX dirancang dengan pendekatan yang mirip dengan mobil balap, mengutamakan performa. Di dalamnya terdapat jok balap yang terbuat dari karbon, sabuk pengaman enam titik, roll cage, dan berbagai perangkat pemantauan kendaraan. Fitur-fitur yang tidak diperlukan untuk penggunaan di sirkuit sengaja dihilangkan untuk menjaga fokus pada fungsi utama mobil ini.
Meskipun GTX ditujukan untuk lintasan, proyek ini bukanlah akhir dari kebangkitan Jensen. JIA sudah mempersiapkan Interceptor GTR yang akan memenuhi regulasi untuk digunakan di jalan raya, diikuti dengan model GT yang lebih mewah dan siap untuk pengalaman grand touring yang lebih nyaman.
➡️ Baca Juga: Oppo A6s Menjadi Pilihan Utama Pasca Libur Lebaran untuk Konsumen Indonesia
➡️ Baca Juga: Wapres AS Peringatkan Iran akan Kerugian Jika Gagal Menjaga Kesepakatan Gencatan di Lebanon




