happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
bisnis

Permintaan Angkutan Material Kapasitas Besar Meningkat untuk Tingkatkan Produktivitas di Industri Pertambangan

Jakarta – Kenaikan kebutuhan akan produktivitas dalam pengangkutan material tambang telah menjadi salah satu tantangan yang signifikan dalam operasional industri pertambangan di Indonesia.

Menanggapi tantangan ini, Volvo Trucks Indonesia telah mempersiapkan FMX Edge, sebuah kendaraan yang mampu mengangkut muatan hingga 60 ton. Kendaraan ini akan diuji coba di salah satu lokasi tambang nikel di tanah air.

Bambang Prijono SP, Direktur Utama PT Indotruck Utama, mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas angkut berpotensi besar untuk meningkatkan produktivitas. Dengan bertambahnya volume material yang dapat diangkut dalam satu perjalanan, efisiensi operasional pun akan meningkat.

“Dengan kemampuan muat yang lebih besar, kami yakin produktivitas dan efisiensi dalam pengangkutan akan mengalami kenaikan,” jelas Bambang dalam temu pers pada Kamis, 24 September 2026.

FMX Edge diperkenalkan oleh PT Indotruck Utama dan Volvo dalam acara Mining Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Kendaraan ini memiliki berat kendaraan bruto (GVW) sampai dengan 77 ton dan akan menjalani uji lapangan sebelum dipasarkan lebih luas mulai tahun 2027.

Uji coba ini sangat penting mengingat setiap lokasi tambang memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kemiringan jalan, jarak angkut, hingga jenis material yang harus dipindahkan, ungkap Bambang.

Bambang juga memperkirakan bahwa peningkatan kapasitas angkut ini akan berdampak signifikan pada biaya operasional. Berdasarkan analisis internal, penggunaan FMX Edge dapat menghemat total biaya operasional hingga 10,3 persen, karena kapasitas angkut meningkat tanpa perlu menambah jumlah pengemudi atau mesin.

“Potensi penghematan biaya operasional dapat mencapai sekitar 10,3 persen. Di satu sisi, muatan yang diangkut lebih banyak, sementara jumlah pengemudi dan mesin tetap,” kata Bambang.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi dalam pengangkutan material tidak hanya ditentukan oleh harga awal kendaraan. Aspek seperti konsumsi bahan bakar, biaya perawatan, suku cadang, dan waktu kendaraan tidak beroperasi juga berkontribusi dalam menentukan biaya pengangkutan per ton material.

Persaingan di sektor ini juga semakin ketat, terutama dengan masuknya produsen truk dari China yang menawarkan kendaraan dengan harga yang lebih kompetitif.

Volvo menekankan bahwa saat mempertimbangkan biaya penggunaan selama masa operasional, penting untuk diingat bahwa kendaraan dengan harga awal lebih rendah belum tentu menghasilkan biaya per ton yang lebih efisien, terutama jika sering mengalami kerusakan dan waktu henti yang tinggi.

Dari segi konsumsi energi, FMX Edge masih menggunakan bahan bakar diesel D5. Volvo percaya bahwa teknologi ini tetap relevan untuk sebagian besar aktivitas pertambangan di Indonesia, meskipun elektrifikasi untuk kendaraan berat memerlukan kesiapan infrastruktur pengisian daya dan pasokan energi yang memadai.

    ➡️ Baca Juga: Sarwendah Ungkap 6 Poin Penting dalam Surat Terbuka untuk Kuasa Hukum Ruben Onsu

    ➡️ Baca Juga: 300 Mobil Klasik Dilelang dengan Harga Mulai Rp8 Ribu, Temukan Kesempatannya!

    Related Articles

    Back to top button