Reaksi Anak STY Setelah Nama Ayahnya Terdengar di GBK: Penyesalan yang Terlambat

Putra dari Shin Tae-yong, Shin Jae-won, baru-baru ini memberikan tanggapan mengenai sorakan nama ayahnya yang bergema di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) setelah pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Malaysia pada lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026. Sorakan tersebut terjadi setelah laga yang berakhir tanpa gol.
Komentar Jae-won disampaikan melalui unggahan akun resmi Persija Jakarta, yang menampilkan gambar Shin Tae-yong saat memimpin latihan tim pada Selasa, 29 September 2026. Unggahan ini muncul tepat setelah skuad Garuda, yang dilatih oleh John Herdman, gagal meraih kemenangan di kandang sendiri.
Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia menghadapi kesulitan, termasuk bermain dengan sepuluh pemain akibat kartu merah yang diterima oleh Thom Haye di babak pertama. Hasil imbang tersebut mengecewakan banyak penggemar yang berharap pada performa lebih baik dari tim kesayangan mereka.
Kekecewaan suporter meningkat dan berujung pada protes di tribun saat mereka meluapkan rasa tidak puas terhadap keputusan PSSI yang pernah memecat Shin Tae-yong. Setelah pertandingan berakhir, para suporter pun meneriakkan nama mantan pelatih tersebut sebagai bentuk dukungan.
Menanggapi gejolak yang terjadi, Shin Jae-won menegaskan bahwa ayahnya kini sepenuhnya berkonsentrasi pada tugasnya sebagai pelatih kepala Persija Jakarta. Ia menekankan bahwa fokus utama ayahnya adalah membawa klub ibu kota tersebut menuju kesuksesan.
Jae-won juga menyiratkan adanya penyesalan dari pihak-pihak tertentu terkait pemecatan ayahnya, namun dengan tegas ia menyatakan bahwa situasi tersebut kini sudah menjadi bagian dari sejarah yang tidak dapat diubah.
“‘Seseorang’ mungkin sangat menyesal dengan keputusan tersebut, tetapi saat ini sudah sangat terlambat,” tulis Shin Jae-won dalam kolom komentar unggahan Persija Jakarta, menunjukkan ketidakpuasan atas keputusan yang diambil di masa lalu.
Shin Jae-won kemudian meminta agar para penggemar mendukung penuh perjalanan karir kepelatihan ayahnya di Persija Jakarta. Ia menekankan pentingnya dukungan dari Jakmania untuk memberikan semangat kepada pelatih kepala mereka.
“Dia kini menjabat sebagai pelatih kepala di Persija Jakarta. Mari, Jakmania, berikan dukungan dan cinta yang sebanyak-banyaknya untuk pelatih kita,” pungkasnya, menegaskan harapannya agar suporter tetap bersatu dalam mendukung tim.
➡️ Baca Juga: 5 Pilihan HP Bekas Rp1–3 Jutaan untuk Pekerja yang Utamakan Fungsi dan Kualitas
➡️ Baca Juga: PDIP Rayakan Hari Lahir Bung Hatta sebagai Upaya Pendidikan Sejarah Publik yang Penting




