Medali Emas Asian Games Pemain Sepak Bola Korea Selatan Jadi Sorotan, Menteri dan Parlemen Berkomentar

Jakarta – Pernyataan kontroversial dari Yang Min-hyeok, salah satu anggota tim sepak bola nasional Korea Selatan, mengenai pencapaian mereka di Asian Games, yang berfokus pada upaya mendapatkan pengecualian dari wajib militer, telah memicu reaksi luas. Dalam pernyataannya, Yang Min-hyeok direspons oleh rekan setimnya, Park Seung-soo, yang mengunggah foto dirinya mengenakan topi khas para veteran yang telah menyelesaikan masa wajib militer.
Isu ini menarik perhatian Menteri Kebudayaan dan Olahraga Korea Selatan, yang pada Rabu mengumumkan bahwa kementeriannya akan mempertimbangkan kembali kebijakan pengecualian wajib militer untuk atlet dan seniman berbakat di negara tersebut.
“Kementerian akan mendengarkan masukan dari komunitas olahraga dan seni, serta berkonsultasi dengan Kementerian Pertahanan Nasional dan Administrasi Tenaga Kerja Militer untuk merumuskan langkah-langkah komprehensif terkait masalah ini. Hal ini penting mengingat kekhawatiran yang berkembang di masyarakat,” ungkap Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Chae Hwi-young.
Tanggapan pemerintah muncul setelah pertanyaan dari anggota parlemen Cho Gye-won dari Partai Demokrat, yang merupakan partai penguasa, dalam sidang audit tahunan terhadap kementerian tersebut.
Setiap pria di Korea Selatan diwajibkan menjalani masa militer. Semua pria yang memenuhi syarat fisik harus mengikuti pelatihan militer selama 18 hingga 21 bulan sesuai dengan sistem wajib militer nasional yang berlaku.
Namun, terdapat ketentuan yang memungkinkan atlet dan seniman yang meraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi domestik atau internasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk dibebaskan dari kewajiban militer.
Sebagai contoh, atlet yang berhasil meraih medali di Olimpiade atau medali emas di Asian Games berhak mendapatkan pengecualian dari tugas militer tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengurangi cakupan atau bahkan menghapus sistem pengecualian ini. Langkah ini diambil untuk menjaga keadilan bagi mereka yang harus menjalani wajib militer serta mengingat menurunnya jumlah individu yang tersedia untuk bertugas.
“Persepsi publik tentang wajib militer dan nilai-nilai yang berkaitan dengan prinsip keadilan tampaknya telah mengalami perubahan seiring berjalannya waktu,” tambahnya.
Setelah kontroversi ini, Yang Min-hyeok telah mengeluarkan permintaan maaf atas pernyataannya yang memicu reaksi masyarakat.
➡️ Baca Juga: Tes Genetik sebagai Strategi Utama untuk Menurunkan Berat Badan Secara Efektif
➡️ Baca Juga: Menteri PU Nyetir Sendiri dari Semarang ke Brebes Lewat Tol Trans Jawa yang Memuaskan




