Jasad Orangutan Ditemukan Mengapung di Sungai Kumai, Kalimantan Tengah, Menarik Perhatian Publik

Jakarta – Masyarakat pengguna media sosial sedang berduka setelah munculnya sebuah video yang menunjukkan penemuan jasad seekor orangutan yang mengapung di Sungai Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Penemuan ini terjadi pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026, dan segera menarik perhatian publik.
Orangutan yang malang ini ditemukan dekat Sungai Sekonyer, yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Kejadian ini bertepatan dengan terjadinya kebakaran hutan di area konservasi orangutan tersebut, menambah kengerian situasi yang tengah terjadi.
Menurut informasi yang diunggah oleh akun Instagram @infopbun, terdapat dua jasad orangutan yang ditemukan mengapung di lokasi tersebut. Hingga saat ini, penyebab kematian kedua satwa tersebut masih dalam penyelidikan dan belum teridentifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa luas area yang terbakar di Taman Nasional Tanjung Puting mencapai 513 hektare. Hal ini menunjukkan besarnya dampak kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting difokuskan pada tiga aspek utama. Tiga aspek tersebut adalah pemadaman api, pembukaan akses jalan, serta pembangunan sumur bor untuk memastikan ketersediaan air dalam upaya penanganan kebakaran.
“Di lapangan, tim saat ini fokus pada tiga pekerjaan penting, yaitu pemadaman api, pembukaan akses jalan, dan pembuatan sumur bor untuk mendukung ketersediaan air,” jelas Raja Juli dalam keterangan persnya di Jakarta pada 16 Oktober 2026.
Untuk mempercepat proses penanganan, tim di lapangan dibagi ke dalam tiga kelompok dengan tugas masing-masing. Kelompok tersebut bertanggung jawab untuk membuka akses jalan, membangun sumur bor, dan memadamkan api yang berkobar.
Menurut Raja Juli, pembagian tugas ini bertujuan untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus memastikan bahwa akses ke lokasi kebakaran dan sumber air dapat tersedia untuk petugas pemadam.
Hingga saat ini, tim yang bertugas membuka jalan telah berhasil membuka akses sejauh sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat. Akses ini sangat penting untuk memudahkan mobilisasi personel, peralatan, serta pasokan air ke titik-titik kebakaran.
“Kami telah berhasil menembus akses jalan sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat, dan kami juga telah menentukan titik-titik sumber air, tempat penempatan flexible tank atau portable tank, serta lokasi sumur bor,” imbuhnya.
➡️ Baca Juga: 290 BUMN Ditutup, Pemerintah Targetkan Tutup 300 Perusahaan hingga Akhir 2026
➡️ Baca Juga: Ketidakpastian Global Tinggi, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5 Persen



