Chocoberry Viral Mengandung Stroberi, Namun Menkes Peringatkan Risiko Konsumsi Gula Berlebih

Chocoberry, sebuah jajanan manis yang saat ini sedang viral, mengundang perhatian publik dengan kombinasi antara stroberi segar, cokelat, dan pistachio kunafa yang menggoda selera. Namun, di balik daya tarik visual dan keberadaan buah yang sehat, penting bagi masyarakat untuk menyadari kandungan gula dari bahan tambahan yang terkandung dalam jajanan ini.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak terburu-buru menganggap semua makanan manis sebagai pilihan yang sehat hanya karena mengandung unsur buah. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya memperhatikan komposisi jajanan yang sering kali menambahkan bahan manis dan cokelat yang dapat meningkatkan total asupan gula secara drastis.
Chocoberry menjadi salah satu contoh yang perlu dicermati. Walaupun stroberi kaya akan serat dan vitamin C, manfaat tersebut tidak menjamin bahwa seluruh sajian ini sehat. Hal ini terutama berlaku ketika cokelat dan pistachio kunafa ditambahkan dalam jumlah yang berlebihan, yang bisa menghilangkan nilai gizi yang seharusnya diperoleh dari buah tersebut.
Stroberi dikenal sebagai buah yang mengandung banyak vitamin C, serat, dan nutrisi penting lainnya. Mengonsumsi buah dalam bentuk utuh adalah bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Namun, cara pengolahan serta bahan-bahan tambahan yang digunakan sangat mempengaruhi nilai gizi dari makanan yang kita konsumsi.
Dalam penjelasannya, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keberadaan buah tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengabaikan total kandungan gula dalam jajanan tersebut.
“Belakangan ini, Chocoberry sedang banyak dibicarakan. Dari sekilas pandang, ada stroberinya yang kaya serat dan vitamin C. Namun, setelah kita analisis lebih dalam, sajian ini ternyata tidak sehat sama sekali. Mengapa? Karena setelah buah tersebut dilapisi dengan cokelat yang berlebihan dan pistachio kunafa yang sangat manis, manfaat sehatnya menjadi hilang. Di sini, buah hanya sekadar pelengkap,” ungkapnya dalam sebuah unggahan di Instagram @bgsadikin, yang diambil pada Jumat (9/10/26).
Pernyataan ini mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan keseluruhan aspek makanan, bukan hanya terfokus pada satu bahan yang dianggap bergizi. Penambahan cokelat dan kunafa yang cukup banyak dapat membuat sajian buah ini memiliki kandungan gula dan kalori yang jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan.
Namun, penting untuk diingat bahwa jumlah gula dalam Chocoberry sebenarnya sangat bergantung pada ukuran porsi serta komposisi bahan yang digunakan. Tanpa adanya informasi yang jelas mengenai takaran dan resep yang tepat, sulit untuk menentukan kandungan gula dalam sajian ini hanya berdasarkan penampilannya semata.
➡️ Baca Juga: Donald Trump Mengancam Mengambil Alih Greenland, Denmark Kirim Pasukan Besar-besaran
➡️ Baca Juga: Polisi Tingkatkan Pengamanan di GBK untuk Pertandingan Persija Vs Persib, Sajam dan Miras Dilarang




