Hasil Survei Elektabilitas Capres: Prabowo Teratas, KDM dan Anies Mengikuti

Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) yang lebih tinggi dibandingkan dengan para kandidat lainnya dalam tiga simulasi pemilihan presiden yang dilakukan.
Pada peluncuran hasil Survei Nasional yang bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Jakarta pada hari Minggu, 18 Oktober 2026, Direktur Eksekutif Adi Prayitno menjelaskan bahwa PPI telah mengembangkan tiga simulasi pemilihan presiden untuk mengukur elektabilitas para kandidat. Simulasi tersebut mencakup simulasi terbuka, simulasi dengan 17 kandidat, dan simulasi yang terdiri dari lima kandidat capres.
Dalam ketiga simulasi tersebut, responden diajukan pertanyaan yang serupa: “Jika pemilihan presiden diadakan saat ini, siapa yang akan Anda pilih sebagai Presiden Republik Indonesia?”
Pada simulasi terbuka, yang melibatkan total 20 nama, termasuk tokoh masyarakat, kepala daerah, dan menteri, Prabowo Subianto menempati posisi teratas dengan perolehan suara sebesar 31,6 persen dari total 1.200 responden. Posisi kedua diisi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dengan elektabilitas 11,4 persen, diikuti oleh Anies Baswedan yang memperoleh 10,1 persen, Gibran Rakabuming Raka dengan 6,9 persen, serta Ganjar Pranowo yang meraih 4,4 persen.
Masih dalam daftar sepuluh besar, terdapat Agus Harimurti Yudhoyono yang juga merupakan ketua umum partai dan menteri koordinator dengan 2,3 persen, Mahfud Md dengan 1,7 persen, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang mengantongi 1,1 persen, Purbaya Yudhi Sadewa dengan 0,8 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga memperoleh 0,8 persen.
Selanjutnya, ada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tercatat dengan elektabilitas 0,6 persen, Muhaimin Iskandar selaku ketua umum partai dan menteri koordinator dengan 0,2 persen, serta Sugiono, petinggi partai dan menteri koordinator, yang juga meraih 0,2 persen. Beberapa nama lainnya, seperti anggota Wantimpres Rocky Gerung dan Abdul Somad, masing-masing memperoleh 0,1 persen, diikuti oleh Kaesang Pangarep, Erick Thohir, Bahlil Lahadalia, dan Yusril Ihza Mahendra, yang semuanya meraih 0,1 persen.
Pada simulasi kedua, yang mencakup 17 nama ketua umum partai politik serta tokoh potensial dari partai non-parlemen dan partai baru, Prabowo Subianto kembali menunjukkan dominasi dengan elektabilitas tertinggi mencapai 34 persen. Anies Baswedan mengikutinya dengan 19,4 persen, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono yang mendapat 11,1 persen, Gibran Rakabuming Raka dengan 10,9 persen, dan Muhaimin Iskandar yang memperoleh 3 persen.
Pada posisi berikutnya, Yusril Ihza Mahendra memiliki elektabilitas sebesar 1,7 persen, diikuti oleh Pramono Anung dengan 1,6 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani dengan 1,4 persen, Kaesang Pangarep yang mengantongi 1,3 persen, serta Surya Paloh yang memiliki 1,1 persen. Sementara itu, Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, Muhammad Mardiono, dan Al Muzzammil Yusuf masing-masing mencatatkan perolehan di bawah 1 persen, dengan Zulkifli Hasan di 0,8 persen dan Bahlil Lahadalia di 0,6 persen.
Dengan hasil survei ini, jelas bahwa elektabilitas capres menjadi sorotan utama dalam menjelang pemilihan presiden mendatang. Prabowo Subianto, dengan dukungan yang signifikan, menunjukkan posisi yang kuat, sementara nama-nama lain seperti Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono juga patut diperhatikan. Dalam situasi politik yang dinamis, survei semacam ini menjadi indikator penting yang mencerminkan preferensi masyarakat terhadap calon pemimpin negara.
Dengan terus berkembangnya dinamika politik, tidak hanya hasil survei ini yang perlu dicermati, tetapi juga bagaimana setiap kandidat merespons tantangan yang ada. Elektabilitas capres akan terus berubah seiring dengan langkah-langkah yang diambil oleh masing-masing tokoh dalam menjalin hubungan dengan pemilih dan mengatasi isu-isu yang relevan di masyarakat.
➡️ Baca Juga: Dito Cerita Pengalaman Diminta Mundur saat Wakili Bahlil Tutup Munas AMPI
➡️ Baca Juga: Rupiah Menguat Seiring Peningkatan Subsidi BBM Akibat Lonjakan Harga Minyak




