WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Terungkap sebagai Pedagang Parfum di Mangga Dua

Jakarta – Keluarga besar komedian legendaris Mpok Nori tengah berduka. Cucu tercintanya, Dwhinta Anggary, ditemukan telah meninggal dunia dalam sebuah insiden tragis yang melibatkan mantan suaminya.
Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik, terutama setelah identitas pelaku terkuak. Mari kita simak lebih lanjut!
Pelaku yang dimaksud adalah Rashad Fouad Tareq Jameel, atau lebih dikenal dengan nama Fuad. Ia adalah seorang warga negara Irak yang telah menetap di Indonesia selama hampir sembilan tahun.
Di balik statusnya sebagai WNA, Fuad menjalani aktivitas sehari-hari sebagai pedagang parfum di kawasan Mangga Dua, Jakarta.
Informasi ini disampaikan oleh pihak kepolisian melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan.
“Pekerjaan pelaku di sini berdasarkan pemeriksaan yang kami lakukan, dia sehari-hari berjualan parfum di Mangga Dua,” ujar Fechy J. Ataupah dari Polda Metro Jaya pada Senin, 23 Maret 2026.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa motif di balik pembunuhan tersebut diduga kuat berasal dari perasaan cemburu. Fuad diketahui melihat korban berjalan bersama pria lain di sebuah bazar pada malam takbiran, yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Emosi yang memuncak membuatnya nekat mendatangi rumah korban yang merupakan sebuah kontrakan.
Di lokasi kejadian, pelaku melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban berusia 37 tahun tersebut. Tindakan brutal itu dilakukan dengan cara mencekik serta menyayat leher korban menggunakan senjata tajam.
Setelah melakukan aksi keji itu, Fuad berusaha melarikan diri untuk menghindari kejaran aparat. Ia sempat berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain di wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor dan Sukabumi.
“Nah jadi pada saat dia melarikan diri, setelah membunuh itu dia sempat ke luar kota, ke Bogor dan Sukabumi, berpindah-pindah,” ungkap Fechy.
Pelariannya bahkan berlanjut hingga ke Pulau Sumatera tanpa tujuan yang jelas, menunjukkan upaya pelaku untuk menghilangkan jejak dan menjauh dari tempat kejadian perkara.
“Kalau Sumatera, dia tidak ada kenalan, jadi random,” tambahnya.
Aksi tersebut diduga sebagai strategi pelaku untuk menghindari penangkapan dan menjauh dari lokasi kejadian.
“Dia berusaha menjauh dari TKP,” jelasnya.
Namun, usaha pelariannya akhirnya terhenti setelah tim Resmob Polda Metro Jaya berhasil menangkap Fuad di Jalan Tol Tangerang-Merak saat ia berada di dalam sebuah bus.
➡️ Baca Juga: KPK Lakukan OTT Terhadap Bupati Rejang Lebong Terkait Dugaan Suap Proyek Publik
➡️ Baca Juga: Kejagung Siap Ajukan Kasasi Setelah Hakim Bebaskan Delpedro dan Rekan-rekan




