Putri Menteri Israel Ditemukan Tewas Usai Mengklaim Dijual Orang Tuanya untuk Perkosaan

Putri dari Menteri Permukiman dan Misi Nasional Israel, Orit Struck, yaitu Shoshana Struck, ditemukan meninggal dunia di sebuah pondokan yang disewanya di kawasan Amirim, Galilea Atas.
Berita tragis ini disampaikan oleh Orit Struck sendiri pada hari Minggu pagi, 15 Maret 2026. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, ia mengungkapkan, “Dengan hati yang hancur, kami mengumumkan kematian putri tercinta kami, Shoshana.”
Menurut laporan media di Israel, penemuan jenazah tersebut dilaporkan oleh organisasi sukarelawan ZAKA kepada pihak berwenang. Jenazah Shoshana kemudian dibawa ke institut kedokteran forensik untuk dilakukan autopsi, yang hasil awalnya tidak menunjukkan indikasi adanya tindakan kriminal.
Sebelum kejadian ini, Shoshana Struck sempat muncul dalam sebuah video yang mengungkapkan tuduhan serius mengenai pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh kedua orang tuanya. Dalam video tersebut, ia menyebutkan bahwa ayahnya yang berprofesi sebagai rabi, dan ibunya yang menjabat sebagai menteri, terlibat dalam tindakan tersebut.
Dalam video yang viral, ia mengklaim bahwa sejak kecil ia telah terlibat dalam ritual seksual yang melibatkan anak-anak. Ia juga menyatakan bahwa ketika berusia 13 tahun, ayahnya memaksanya untuk terlibat dalam praktik prostitusi di Tel Aviv, demi memperoleh keuntungan dari tindakan tersebut.
Shoshana menambahkan bahwa dugaan kekerasan seksual itu terus berlanjut hingga saat terakhir dan telah dilaporkan kepada pihak berwenang untuk diselidiki lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, serta menyatakan bahwa jika ia meninggal, ada pihak yang harus bertanggung jawab atasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyampaikan rasa belasungkawa melalui unggahan di platform X. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Saya mengirimkan pelukan dan dukungan kepada teman saya Orit (Struck, rekan sejawat di blok Zionisme Religius), dan kepada keluarganya di saat-saat sulit ini.”
Ia juga menambahkan bahwa “siapapun yang menggunakan musibah dan kehilangan yang mengerikan untuk menyerang dan menghasut pada saat-saat seperti ini adalah individu yang keji dan hina,” merujuk pada tuduhan yang menyebutkan bahwa Struck dan suaminya terlibat dalam kematian putri mereka.
➡️ Baca Juga: Fakta Mengejutkan Tentang Kasus Pelecehan Dokter Kandungan di Garut
➡️ Baca Juga: Strategi Kemenpar Mengatasi Pungli di Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran




