Israel Melancarkan Serangan Balik Terhadap Lebanon Secara Taktis dan Strategis

Militer Israel telah meluncurkan serangkaian serangan udara ke berbagai lokasi di Lebanon pada Senin pagi, 2 Maret 2025, setelah berhasil mencegat sebuah roket yang diluncurkan dari wilayah Lebanon.
Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa proyektil lain jatuh di area terbuka, yang tidak mengakibatkan adanya korban jiwa atau kerusakan material.
Sebagai langkah pencegahan, militer Israel telah mengeluarkan peringatan kepada penduduk di 53 desa yang terletak di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa untuk mengungsi dan menjaga jarak satu kilometer dari lokasi yang dianggap berisiko menjelang serangan yang akan dilakukan.
Sebelum serangan tersebut, terdapat laporan dari media Israel yang menyebutkan bahwa kelompok Hizbullah telah meluncurkan roket ke arah utara Israel, yang dianggap sebagai serangan pertama setelah adanya perjanjian gencatan senjata. Menurut Channel 12, sekitar enam roket terlibat dalam serangan tersebut.
Hizbullah kemudian mengakui bahwa mereka bertanggung jawab atas peluncuran roket dan drone dari Lebanon selatan ke utara Israel. Kelompok ini menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menargetkan fasilitas pertahanan rudal Israel di dekat Haifa.
Menanggapi tindakan tersebut, militer Israel meluncurkan serangkaian serangan udara di Lebanon, sebagaimana dilaporkan oleh Channel 12. Mereka menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap tembakan roket yang mengarah ke wilayah utara Israel.
Dalam pernyataannya, militer Israel menjelaskan bahwa target dari serangan tersebut adalah “anggota senior Hizbullah” yang berada di Beirut dan seorang “operator kunci” yang berlokasi di Lebanon selatan.
Koresponden melaporkan bahwa serangan udara besar-besaran Israel menghantam kota Srifa di Lebanon selatan, sedangkan dua serangan tambahan terjadi di lingkungan Al-Salihiya di Nabatieh, yang menyebabkan kerusakan signifikan serta kebakaran pada bangunan dan kendaraan.
Serangan udara juga menyasar daerah pinggiran Al-Shahabiya dan Deir Qanoun al-Nahr di Lebanon selatan, menurut informasi yang diperoleh dari koresponden tersebut.
Sebelumnya, serangan udara Israel menargetkan pinggiran selatan Beirut, yang mengakibatkan kerusakan yang cukup luas, seperti yang dilaporkan oleh para saksi.
Koresponden juga melaporkan adanya pengungsian dari pinggiran selatan Beirut serta sejumlah wilayah di Lebanon selatan menuju pusat Beirut dan Gunung Lebanon, sebagai dampak dari serangkaian serangan udara yang terjadi.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyatakan bahwa peluncuran roket dari Lebanon selatan adalah “tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mencurigakan” yang membahayakan keamanan negara serta memberikan alasan bagi Israel untuk melanjutkan serangan.
➡️ Baca Juga: Hal-Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu tentang Startup
➡️ Baca Juga: Inovasi dalam Pengelolaan Limbah di Kota Besar



