Chivu Jelaskan Rotasi Pemain dan Formasi Baru Inter Milan Saat Hadapi Como

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, baru-baru ini menguraikan sejumlah perubahan taktis yang diterapkan oleh timnya dalam pertemuan melawan Como 1907 di leg pertama semifinal Coppa Italia 2025/26. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor kacamata, 0-0. Chivu menjelaskan bahwa keputusan untuk mengubah strategi ini muncul dari kebutuhan mendesak tim untuk beradaptasi dengan kondisi skuad yang berbeda serta situasi pertandingan yang tidak biasa.
Dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan, Chivu mengakui bahwa formasi dan pendekatan yang diambilnya adalah sesuatu yang belum pernah diterapkan oleh Inter sebelumnya. Dengan beberapa pemain kunci, seperti Lautaro Martinez dan Ange-Yoan Bonny yang tidak bisa bermain, serta Marcus Thuram yang belum sepenuhnya fit, Chivu memutuskan untuk menempatkan dua gelandang kreatif di belakang striker.
Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas di lini tengah tim, sekaligus mencoba untuk mengatasi tekanan dari Como yang dikenal dengan penguasaan bola yang baik dan kemampuan mereka untuk menarik lawan keluar dari posisi.
Chivu juga menjelaskan bahwa mereka telah mengubah metode bertahan, terutama saat berada di area pertahanan sendiri. Tim mencoba untuk melakukan duel satu lawan satu, meskipun terkadang tampak lambat dalam menutup ruang bagi bek kiri Como. “Mereka sangat terampil dalam mempertahankan bola dan menciptakan ruang,” tambah Chivu, seperti yang dilaporkan oleh Football Italia.
Pelatih berusia muda ini juga menegaskan bahwa meskipun tim berusaha mendominasi permainan melalui kreativitas lini tengah, melakukan perubahan ini dalam waktu singkat bukanlah hal yang mudah. Mereka hanya memiliki waktu 72 jam untuk mempersiapkan diri setelah pertandingan sebelumnya, sehingga pemain dituntut untuk cepat memahami instruksi yang diberikan oleh pelatih.
Rotasi pemain juga menjadi bagian integral dari strategi Chivu dalam menghadapi Como. Dengan hanya dua striker yang tersedia untuk pertandingan ini, pelatih asal Rumania tersebut memilih untuk membagi waktu bermain di antara keduanya, sambil tetap menjaga keseimbangan tim secara keseluruhan. Ia merasa bahwa para pemain telah memahami situasi pertandingan dan dapat menanggapi instruksi dengan baik, meskipun gaya permainan yang ditampilkan mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan “gaya Inter” yang biasanya diharapkan oleh para penggemar.
Chivu juga mempertimbangkan pertandingan penting yang akan datang, yakni Derby della Madonnina melawan AC Milan di Serie A. Ia menyatakan bahwa keputusan taktis untuk laga tersebut akan sangat bergantung pada ketersediaan pemain yang siap untuk diturunkan.
Pendekatan Chivu ini menarik perhatian karena menunjukkan fleksibilitas taktis yang dimiliki Inter di bawah kepemimpinannya, setelah sebelumnya tim lebih cenderung menggunakan skema taktis yang konsisten selama beberapa musim terakhir. Ini menandai langkah baru bagi Inter Milan dalam menghadapi berbagai tantangan di kompetisi domestik dan Eropa.
➡️ Baca Juga: Efek Obat Bius Korban Pemerkosaan Priguna: Masih Pusing
➡️ Baca Juga: Ternyata Ini Mobil Pertama Gubernur Banten Andra Soni
