Wanita Pura-pura Melayat di Kramatjati untuk Gondol Uang Takziah, Diburu Polisi

Jakarta – Pihak kepolisian kini tengah berupaya mengidentifikasi seorang perempuan yang diduga melakukan pencurian uang takziah di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan bantuan sketsa wajah.
“Proses identifikasi masih berlangsung, kami baru menggunakan sketsa wajah untuk mencari tahu siapa pelaku. Penyelidikan masih dalam tahap awal,” ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati, Ajun Komisaris Polisi Fadoli, pada hari Jumat, 6 Maret 2026.
Sketsa wajah pelaku dibuat berdasarkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Namun, hingga saat ini, pelaku belum berhasil ditangkap.
“Kami telah melanjutkan penyelidikan lebih dalam, namun hingga saat ini belum ada kemajuan yang berarti. Mungkin karena kasus ini sudah viral, pelaku jadi sulit dilacak,” terang Fadoli.
Ia menambahkan bahwa tim penyidik masih mengumpulkan informasi dari masyarakat untuk membantu mengungkap identitas pelaku.
Namun, beberapa informasi yang diterima sebelumnya tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
“Beberapa informasi yang kami terima mengindikasikan bahwa ada yang mengenal pelaku, tetapi setelah ditelusuri ternyata tidak benar,” kata Fadoli.
Dari informasi yang ada, pelaku diduga memiliki alamat yang berada di Palembang, meskipun hal ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, jumlah uang takziah yang diduga dicuri juga masih belum bisa dipastikan, karena amplop sumbangan dari para pelayat belum sempat dibuka dan dihitung oleh keluarga yang berduka.
“Karena amplop sumbangan dari masyarakat belum dibuka dan dihitung oleh keluarga, maka jumlah pastinya belum diketahui,” ungkap Fadoli.
Sebelumnya, diketahui bahwa perempuan yang mencuri uang takziah di Kramat Jati ini diduga telah melakukan tindakan serupa di dua lokasi berbeda sebelumnya.
“Iya, benar, tindakan ini mirip dengan dua kejadian yang sudah terjadi sebelumnya,” jelas Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, saat dihubungi pada hari Rabu, 4 Maret 2026.
Polisi mengungkapkan bahwa pelaku yang sama telah melakukan aksi kejahatan serupa setidaknya dua kali di wilayah yang berbeda dengan modus yang sama, yaitu berpura-pura melayat. Dengan demikian, pelaku telah melakukan pencurian sebanyak tiga kali.
Identitas pelaku dalam kasus pencurian uang takziah di Kramat Jati terlihat sangat mirip dengan dua kejadian sebelumnya.
“Benar, kasus dan pelakunya memang sama,” tambah Fadoli.
Dua kejadian pencurian yang mirip sebelumnya terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya pada tanggal 22 Desember 2025 dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada tanggal 4 Februari 2026.
➡️ Baca Juga: Peningkatan Infrastruktur Pendidikan di Daerah Tertinggal Indonesia
➡️ Baca Juga: Krisis Iklim: Tindakan yang Diperlukan Sekarang




