IHSG Turun 133 Poin, Simak 3 Saham Top Gainers di LQ45 yang Menarik Perhatian

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan yang signifikan sebesar 133,17 poin atau sekitar 1,80 persen, sehingga berada di level 7.228,94 pada sesi awal perdagangan yang berlangsung pada Jumat, 12 Maret 2026.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG menunjukkan sinyal positif dengan sempat menyentuh angka 7.334. Namun, seiring berjalannya waktu, indeks mengalami penurunan yang berkelanjutan hingga mencapai level terendah intraday di angka 7.200.
Nilai transaksi pada hari tersebut terpantau cukup rendah, mencapai 7,33 triliun, dengan total volume transaksi sebesar Rp 15,30 juta. Aktivitas perdagangan juga terlihat sepi, dengan hanya tercatat 908 ribu transaksi yang terjadi.
Seluruh sektor saham mengalami penurunan, dengan sektor transportasi menjadi yang paling terpuruk, mengalami koreksi sebesar 3,04 persen. Selain itu, sektor industri juga mengalami penurunan yang signifikan, yakni sebesar 2,98 persen, sedangkan sektor konsumer siklikal turun sebesar 2,79 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas memberikan analisis teknikal yang menunjukkan bahwa stochastic RSI saat ini berada pada area oversold. Indikator MACD juga berada di zona negatif, yang menandakan adanya pelebaran pada slope negatif.
“Dari analisis tersebut, diperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.200 hingga 7.300 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam laporan harian mereka pada Jumat, 13 Maret 2026. Meskipun IHSG mengalami penurunan, terdapat beberapa emiten yang mampu mencatatkan kinerja positif. Berikut adalah tiga emiten yang termasuk dalam kategori saham top gainers LQ45.
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian dengan kenaikan sahamnya.
Saham ADMR melonjak sebesar 4,79 persen atau setara dengan 90 poin, sehingga diperdagangkan pada level 1.970.
Saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) juga mencatatkan performa yang baik, dengan lonjakan sebesar 2,71 persen atau 35 poin, mencapai level 1.325.
Selain itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menunjukkan kekuatan dengan kenaikan saham sebesar 2,21 persen atau 225 poin, yang membawa harga sahamnya menembus angka 10.400.
Ketiga emiten ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengalami penurunan yang signifikan, ada peluang bagi investor untuk mempertimbangkan saham-saham yang tetap menunjukkan performa positif. Dengan pemahaman yang baik tentang tren pasar dan analisis yang mendalam, investor dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana dalam berinvestasi di tengah ketidakpastian pasar.
Pergerakan IHSG dan performa saham-saham tertentu yang berada dalam daftar top gainers LQ45 dapat menjadi indikasi bagi investor untuk menjajaki potensi investasi yang lebih menguntungkan. Dengan demikian, penting bagi para investor untuk selalu memperhatikan perkembangan pasar dan melakukan analisis yang komprehensif sebelum mengambil langkah investasi.
➡️ Baca Juga: RSUD Daerah: Berita Terkini dan Informasi Kesehatan
➡️ Baca Juga: Panduan Cara Akses SIAKAD Dalwa Mudah & Cepat




