Jersey Baru Timnas Indonesia Diterpa Kritik, Warganet Sebut Lebih Baik Baju Partai

Jakarta – PSSI dan apparel olahraga Kelme baru saja meluncurkan jersey terbaru untuk Timnas Indonesia dalam acara bertajuk Leave Your Mark yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Peluncuran seragam untuk pertandingan kandang (home) dan tandang (away) ini langsung memicu respons beragam dari para warganet di media sosial.
Desain jersey terbaru Timnas Indonesia mengusung konsep yang menggabungkan elemen sejarah, budaya, serta inovasi teknologi terkini. Namun, meski demikian, penampilan yang diperkenalkan kepada publik justru memicu diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola di Tanah Air.
Banyak warganet yang melontarkan kritik terhadap desain jersey ini, dengan sebagian besar berpendapat bahwa tampilan tersebut jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan jersey yang dirancang oleh apparel lokal, Erspo.
“Saya rasa untuk masalah desain, lebih baik kita dukung brand lokal,” kata salah satu pengguna Instagram di unggahan resmi Timnas Indonesia.
Komentar serupa juga muncul dari pengguna lain yang menilai desain jersey terasa terlalu sederhana dan kurang menarik.
“Ini apa, sih? Seperti jersey tim amatir saja,” ungkap seorang warganet lain. “Baju partai jauh lebih baik daripada jersey ini,” tambah pengguna lain. “Terlalu banyak gimmick, hasilnya biasa saja,” tulis seorang pengguna media sosial. “Jersey ini malah mirip dengan seragam lomba antar kampung,” kata salah satu warganet.
Meski mengalami kritik tajam, tidak sedikit pula warganet yang memberikan dukungan dan pembelaan terhadap desain jersey terbaru Timnas Indonesia tersebut.
Salah satu pengguna media sosial berpendapat bahwa perdebatan mengenai desain jersey baru merupakan hal yang lumrah terjadi setiap kali Timnas Indonesia meluncurkan seragam baru.
“Seperti biasa, masyarakat Indonesia tidak akan pernah puas dengan desain apapun. Ayo Garuda! Jersey away putih yang dipadukan dengan batik itu keren,” tulisnya.
Ada juga warganet yang beranggapan bahwa peluncuran jersey edisi pertama dari brand baru adalah hal yang biasa dalam proses adaptasi desain.
“Jersey edisi pertama biasanya memang kurang, seperti yang terjadi pada Mils, Erspo, dan sekarang Kelme. Namun, perlu dicatat bahwa jersey edisi pertama sering kali membawa keberuntungan,” jelas seorang pengguna.
“Sudahlah, kita syukuri saja. Yang terpenting adalah performa timnas yang semakin baik,” kata pengguna lainnya.
Dalam acara peluncuran tersebut, jersey Timnas Indonesia diperkenalkan dalam dua kategori utama. Versi Player Issue, yang identik dengan yang digunakan oleh pemain di lapangan, dibanderol dengan harga Rp1.449.000, sedangkan versi Replica Issue dijual dengan harga Rp749.000.
➡️ Baca Juga: Redmi A7 Pro, Smartphone Terjangkau untuk Anak Muda Indonesia yang Multifungsi
➡️ Baca Juga: Nadiem Tegaskan Tidak Pernah Arahkan Penggunaan Chromebook, Dana Google Terkait Program CSR



