
Bayangkan memiliki teknologi augmented reality tercanggih di genggaman, namun dengan harga yang jauh lebih bersahabat. Apakah ini mimpi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan?
Headset generasi pertama yang diluncurkan awal 2024 dengan harga $3,499 memang membawa terobosan teknologi. Namun, penjualannya tidak sesuai ekspektasi. Laporan dari analis terpercaya menyebutkan target pengiriman tahun itu dipangkas menjadi sekitar 400,000-450,000 unit.
Kini, kabar menggembirakan beredar. Perusahaan teknologi raksasa tersebut dikabarkan sedang mengembangkan model baru yang lebih ringan dan jauh lebih murah. Estimasi harganya diperkirakan turun drastis, berkisar antara $1,500 hingga $2,000. Ini berarti penurunan hingga 40%!
Produk baru ini tidak hanya lebih terjangkau. Spesifikasinya pun dikabarkan akan meningkat signifikan. Mulai dari chip processor generasi terbaru hingga desain yang lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Timeline rilisnya diperkirakan sekitar tahun 2026-2027.
Strategi ini tampaknya menjadi jawaban atas dua keluhan utama pengguna: harga yang terlalu tinggi dan bobot yang kurang nyaman. Dengan perbaikan ini, teknologi high-end ini bisa menjadi lebih accessible bagi penggemar teknologi di Indonesia dan global.
Poin Penting
- Harga generasi kedua diperkirakan turun signifikan, sekitar $1,500-$2,000.
- Spesifikasi ditingkatkan dengan chip terbaru dan desain lebih ringan.
- Target rilis diperkirakan pada tahun 2026 atau 2027.
- Perusahaan fokus memperbaiki isu harga dan kenyamanan dari model pertama.
- Dikembangkan dua varian: untuk konsumen umum dan kebutuhan profesional.
- Produksi berpotensi dipindah ke India untuk efisiensi biaya.
Berita Terbaru dan Perkembangan Apple Vision Pro 2
Informasi terkini menunjukkan perkembangan menarik dalam roadmap produk mixed reality ini. Meski generasi pertama belum mencapai target penjualan, pengembangan terus berlanjut dengan fokus pada perbaikan berdasarkan feedback pengguna.
Gambaran Umum Rumor dan Latar Belakang
Dua analis terpercaya, Mark Gurman dari Bloomberg dan Ming-Chi Kuo, memberikan wawasan berharga tentang perkembangan terbaru. Keduanya memiliki track record kuat dalam memprediksi produk teknologi.
Perbedaan pendapat muncul mengenai chip processor yang akan digunakan. Gurman menyebut kemungkinan penggunaan M4, sementara Kuo konsisten dengan prediksi M5.
Neural engine juga akan ditingkatkan dari 16 cores menjadi lebih banyak. Komponen ini crucial untuk pemrosesan artificial intelligence dan real-time imagery.
| Aspek | Mark Gurman | Ming-Chi Kuo |
|---|---|---|
| Chip Processor | Kemungkinan M4 | Prediksi M5 |
| Bobot Device | Lebih ringan dari 1.5 pounds | Fokus pada kenyamanan |
| Timeline Rilis | Estimasi 2027 | Target 2026-2027 |
Update Terbaru dari Sumber Bloomberg dan 9to5Mac
Bloomberg melaporkan pengembangan dua varian berbeda. Model konsumer akan lebih ringan dan terjangkau, sementara versi enterprise menawarkan konektivitas kabel ke Mac.
Koneksi kabel ini memungkinkan sistem ultra-low-latency untuk aplikasi profesional. Namun, produksi display dengan pixel density tinggi masih menjadi tantangan manufacturing.
Meski beberapa artikel menyebut kemungkinan rilis 2026, sumber-sumber terpercaya menunjukkan 2027 sebagai target lebih realistis. Berita ini patut diperhatikan para tech enthusiast Indonesia.
Spesifikasi dan Teknologi Unggulan Vision Pro 2

Otak dan sistem saraf digital perangkat generasi baru menjadi sorotan dalam laporan terbaru. Komponen-komponen ini akan menentukan seberapa immersive pengalaman mixed reality yang bisa dinikmati pengguna.
Peningkatan Chip: M4 vs M5 dan Implikasi Performa
Analis terkemuka Ming-Chi Kuo konsisten memprediksi chip M5 akan menjadi jantung perangkat ini. Namun, laporan lain menyebut kemungkinan penggunaan chip M4.
Apapun pilihan akhirnya, peningkatan performa akan signifikan. Generasi baru setidaknya dua tingkat lebih maju dari chip M2 yang digunakan saat ini.
| Komponen | Model Saat Ini | Generasi Berikutnya | Manfaat untuk Pengguna |
|---|---|---|---|
| Chip Utama | M2 | M4 atau M5 | Rendering lebih smooth, multitasking lancar |
| Neural Engine | 16 cores | Lebih banyak cores | AI lebih responsif, tracking lebih akurat |
| Efisiensi Energi | Standar | Ditingkatkan | Baterai lebih tahan lama |
Upgrade Neural Engine untuk Pengalaman AI Terbaik
Peningkatan jumlah cores di neural engine menjadi kunci utama. Komponen ini crucial untuk pemrosesan artificial intelligence secara real-time.
Fitur-fitur seperti hand tracking, eye tracking, dan spatial audio akan lebih natural. Integrasi Apple Intelligence akan menciptakan pengalaman yang benar-benar immersive.
Upgrade teknologi ini bukan sekadar angka di atas kertas. Pengguna akan merasakan perbedaan nyata dalam kenyamanan dan responsivitas perangkat.
Inovasi Desain dan Kenyamanan Pengguna
Desain yang nyaman merupakan kunci keberhasilan adopsi teknologi wearable dalam jangka panjang. Perusahaan teknologi mendengarkan keluhan pengguna generasi pertama tentang bobot yang menyebabkan ketidaknyamanan.
Desain Strap Baru untuk Mengurangi Beban dan Nyeri
Headset saat ini dengan berat 1.5 pounds sering menyebabkan neck strain setelah pemakaian lama. Banyak pengguna di platform seperti Reddit mengeluh sulit memakai device lebih dari satu jam.
Solusi baru berupa strap yang didesain ulang akan mendistribusikan berat lebih merata. Ini mengurangi tekanan pada titik tertentu di kepala dan wajah pengguna.
Optimalisasi Tampilan dan Interface dalam Penggunaan Sehari-hari
Pengalaman visual juga mendapatkan peningkatan signifikan. Interface visionOS dioptimalkan untuk penggunaan sehari-hari yang lebih intuitif.
Display virtual untuk Mac yang sebelumnya mengalami stuttering akan diperbaiki. Perbaikan ini membuat bekerja dengan multiple screens lebih nyaman.
Kemungkinan penghilangan front-facing display menjadi strategi weight reduction yang praktis. Fitur ini lebih aesthetic daripada functional dalam penggunaan nyata.
Impak Harga, Pasar, dan Konektivitas dengan Mac

Strategi dual-market menghadirkan solusi berbeda untuk kebutuhan konsumen dan profesional. Pendekatan ini menjawab tantangan harga tinggi yang menghambat adopsi massal produk generasi pertama.
Strategi Penetapan Harga dan Ekspektasi Pasar
Penjualan terbatas sekitar 400,000 unit menunjukkan hambatan utama pada biaya $3,499. Kompetitor seperti Meta Quest 3 dijual dengan harga jauh lebih terjangkau.
Estimasi harga $1,500-$2,000 untuk generasi berikutnya menjadi sweet spot yang lebih accessible. Perusahaan berfokus pada efisiensi produksi untuk mencapai target pricing ini.
Pemindahan manufacturing ke India dengan insentif $2.7 miliar dapat mengurangi biaya hingga 20%. Strategi ini membantu menyeimbangkan kualitas premium dengan harga yang kompetitif.
Kemungkinan Fitur Konektivitas Kabel untuk Pengalaman Ultra-Low Latency
Varian enterprise akan menawarkan koneksi langsung ke Mac melalui kabel. Fitur ini crucial untuk aplikasi profesional yang membutuhkan latency minimal.
Dalam bidang healthcare seperti operasi tulang belakang, lag dapat mempengaruhi hasil treatment. Dr. Cheng Li menekankan pentingnya teknologi yang responsif untuk kolaborasi tim.
Sistem wireless memiliki keterbatasan untuk mission-critical applications. Koneksi kabel memberikan reliability konsisten yang dibutuhkan profesional.
Dual-product strategy ini memastikan ada opsi untuk berbagai segmen pengguna. Dari konsumen umum hingga enterprise dengan kebutuhan spesifik.
Kesimpulan
Awalnya tampak seperti investasi yang berisiko, namun strategi pengembangan generasi berikutnya justru menunjukkan kejelian bisnis yang luar biasa. Perusahaan tidak terjebak dalam sunk-cost fallacy tetapi secara cerdas merespons feedback pasar.
Transformasi dari perangkat premium menuju model yang lebih accessible benar-benar mengatasi dua keluhan utama pengguna. Penurunan harga signifikan dan desain lebih ringan membuat teknologi ini akan lebih terjangkau untuk penggunaan sehari-hari.
Pendekatan dual-market dengan varian konsumen dan enterprise menunjukkan visi jangka panjang yang matang. Model profesional dengan konektivitas kabel akan melayani kebutuhan industri khusus seperti healthcare dan aviation.
Meski timeline prediksi rilis lebih detail masih beragam antara 2026-2027, yang penting adalah komitmen terhadap spatial computing. True AR glasses mungkin masih bertahun-tahun lagi, namun generasi ini menjadi langkah penting menuju masa depan itu.
Bagi tech enthusiasts Indonesia, perkembangan ini memberikan harapan untuk mengalami teknologi immersive dengan harga lebih masuk akal. Feedback komunitas telah membentuk produk yang benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari.
➡️ Baca Juga: Hercules Temui Jokowi di Solo: Berita Terkini
➡️ Baca Juga: Konflik Lahan Warga dan Perusahaan Sawit Makin Memanas




